DLH Kalsel Sidak Tambang Batu Bara Ilegal yang Cemari Sungai Mangkauk

M Risanta - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 11:02 WIB
Dinas Lingkungan Hidup Banjar dan DLH Kalsel sidak lokasi tambang batu bara ilegal yang merusak Sungai Mangkauk (dok Istimewa)
Dinas Lingkungan Hidup Banjar dan DLH Kalsel sidak lokasi tambang batu bara ilegal yang merusak Sungai Mangkauk. (Foto: dok. Istimewa)
Banjarmasin -

Aktivitas penambangan batu bara tanpa izin membuat tercemarnya Sungai Mangkauk di Desa Remo, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Aktivitas tambang ilegal ini juga menyebabkan aliran sungai rusak.

Penambangan ilegal menyebabkan aliran sungai tertutup material pembuangan limbah tambang dan membuat sebagian alur sungai menjadi danau. Tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel dan DLH Kabupaten Banjar mendatangi lokasi perkampungan yang dikelilingi aktivitas pertambangan ilegal.

Tim yang dipimpin langsung oleh Kepala DLH Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, bergerak mengecek dari dekat dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan ilegal ini. Mereka pun turun mengambil sampel air di Sungai Mangkauk guna mengetahui tingkat pencemaran air.

Hanifah menegaskan pihaknya sengaja turun ke lapangan untuk mengetahui dampak pertambangan batu bara liar di lokasi tersebut. Sebab, sebelumnya, mereka mendapat laporan kawasan ini tercemar dengan aktivitas pertambangan ilegal, yang merambah di wilayah konsensi PT Antang Gunung Meratus.

Dinas Lingkungan Hidup Banjar dan DLH Kalsel sidak lokasi tambang batu bara ilegal yang merusak Sungai Mangkauk (dok Istimewa)Foto: dok. Istimewa

"Nanti, jika hasil pengujian sampel air menunjukkan telah terjadi pencemaran luar biasa, maka akan diambil langkah yang tegas sesuai aturan dan perundangan yang berlaku," tegas Hanifah, Rabu (30/12/2020).

Saat menyusur Desa Remo, petugas menemukan lokasi tambang ilegal di Desa Rampah, Kecamatan Telaga Bauntung. Lokasi tersebut masuk wilayah PT Antang Gunung Meratus (AGM). Diduga sejumlah penambang liar kabur saat mengetahui tim gabungan memasuki Paramasan dan Telaga Bauntung.

"Masalah ini harus segera diambil tindakan nyata untuk menyelamatkan lingkungan, termasuk terbukti merusak lingkungan dan pencemaran air," tandasnya.

Dinas Lingkungan Hidup Banjar dan DLH Kalsel sidak lokasi tambang batu bara ilegal yang merusak Sungai Mangkauk (dok Istimewa)Foto: dok. Istimewa

Sebelumnya, DLH Kabupaten Banjar menerima laporan pencemaran sungai akibat aktivitas tambang ilegal di Desa Remo, Kecamatan Peramasan, Kabupaten Banjar. Namun karena lokasi tersebut berada di wilayah konsesi PT AGM dan dalam pemantauan Provinsi Kalsel membuat instansi ini tak mampu berbuat banyak dan melaporkan kasusnya ke DLH Kalimantan Selatan.

"Kalau wilayahnya, memang wilayah kita Kabupaten Banjar, tapi kalau kami ke sana terbatas kewenangannya karena izin lingkungan di sana lintas kabupaten, yakni Banjar, Tapi, dan HSS, jadi berada dalam kewenangan provinsi," ucap Kepala DLH Kabupaten Banjar Boyke Wahyu Triestiyanto.

(jbr/jbr)