Pelapor Ungkap Alasan Mengapa Ingin Kasus Chat Mesum HRS Dibuka Kembali

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 20:58 WIB
Pelapor kasus video syur Gisel menjalani pemeriksaan tambahan
Aby Febrianto Dunggio, kuasa hukum Jefri Azhar, pelapor kasus chat mesum HRS. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Pihak Front Pembela Islam (FPI) merasa heran atas dibukanya kembali kasus chat mesum Habib Rizieq Shihab yang sudah lama dihentikan (SP3). Pihak pelapor menjelaskan alasan pihaknya menginginkan kasus itu dibuka kembali lewat praperadilan.

"Ditetapkan SP3 kan otomatis klien saya, saya sebagai kuasa hukumnya mempertanyakan dia kenapa ditetapkan SP3-nya? Karena di sana harus ada tembusan juga atau yang lain masalah kalau itu mau di SP3 atau nggak" ujar kuasa hukum pelapor Jefri Azhar, Aby Febrianto Dunggio, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

"Di situ kita ambil langkah hukum menguji apakah SP3 yang dikeluarkan kepolisian ini emang bener-bener sesuai aturan hukum apa nggak? Jadi kita ajukan praperadilan," sambung Febrianto.

Aby Febrianto sendiri datang ke Polda Metro Jaya untuk berkoordinasi dengan penyidik terkait keputusan praperadilan yang memutuskan agar kasus pada 2017 itu dibuka kembali.

"Jadi kita datang ke Polda Metro Jaya untuk memberitahukan hasil putusan (PN Jaksel) kasus praperadilan yang kita menangkan itu untuk membuka kembali kasus di tahun 2017 atas saya selaku kuasa hukum pemohon," imbuhnya.

Dengan adanya putusan praperadilan tersebut, dia menyebut pihaknya meminta polisi membuka kembali penyidikan kasus tersebut. Namun Febrianto mengatakan polisi hingga saat ini masih menunggu salinan putusan pencabutan SP3 kasus chat mesum Habib Rizieq Shihab.

"Saat ini masih berkoordinasi aja sambil menunggu salinan putusan (PN Jaksel)," ujar Febrianto.

Langkah praperadilan tersebut diambil pada Selasa (15/12) di PN Jaksel. Sidang praperadilan dimulai pada Senin (21/12).

Simak penjelasan pihak HRS soal dibukanya kembali kasus chat mesum di halaman selanjutnya....

Selanjutnya
Halaman
1 2