Dirut Petrokimia Gresik Raih Top Leader On Digital Implementation

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 18:42 WIB
Petrokimia Gresik
Foto: dok. Petrokimia Gresik
Jakarta - Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dinobatkan sebagai 'TOP Leader on Digital Implementation 2020' dalam ajang TOP DIGITAL Award 2020 oleh Majalah ItWork. Petrokimia Gresik juga memperoleh dua penghargaan lain di ajang yang sama, sebagai TOP Digital Transformation Readiness 2020 dan TOP DIGITAL Implementation 2020 on Manufacture Sector #Level Star 4 atau Sangat Baik.

Direktur Keuangan & Umum Petrokimia Gresik, Dwi Ary Purnomo saat mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik menerima penghargaan mengucapkan penghargaan level nasional ini pertama diperoleh Petrokimia Gresik di bidang Teknologi Informasi (TI).

"Penghargaan ini menunjukkan Petrokimia Gresik telah mengelola bisnisnya secara modern, profesional, dan lebih terpercaya dengan mengimplementasikan teknologi informasi dan digital yang lebih canggih," ujar Dwi Ary dalam keterangan tertulis, Selasa (29/12/2020).

Dwi Ary menjelaskan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi di perusahaan merupakan bagian dari program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) untuk memperbaiki value chain. Saat ini Petrokimia Gresik memiliki 70 aplikasi berbasis web dan mobile yang bisa dimanfaatkan Insan Petrokimia Gresik untuk mempermudah kinerja.

Misalnya sistem Scheduling Truck Online (SISTRO). Saat ini Petrokimia Gresik memiliki kurang lebih 70 rekanan transportasi darat, dengan total armada sekitar 10.000 truk untuk wilayah Jawa-Bali. Sedangkan rata-rata pengeluaran total pupuk per hari sebesar 10.000 ton atau setara 400 truk dengan jumlah titik muat hanya tujuh gudang.

"Jika jadwal muat pupuk ini tidak tersistem dengan baik, maka akan terjadi antrian yang panjang, dan distribusi pupuk ke petani pun bisa terkendala. Saat ini Petrokimia Gresik berhasil menghilangkan potensi masalah tersebut melalui SISTRO," ujar Dwi Ary.

Berikutnya sistem Petrokimia Gresik Port Information System (PETROPORT). PETROPORT dibangun untuk mengelola operasional bongkar muat di pelabuhan lebih efektif dan efisien, sebagai upaya Petrokimia Gresik menyediakan produk kompetitif.

PETROPORT memiliki fungsi pengawasan, pencatatan dan pelaporan, serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems). Dengan bantuan teknologi, perusahaan juga bisa menghemat sumber daya manusia (SDM) serta menghilangkan potensi demurrage atau denda akibat keterlambatan proses bongkar muat.

"Kami memiliki puluhan aplikasi lain yang keren dalam upaya memanfaatkan teknologi untuk proses bisnis yang efektif, efisien dan sustainable untuk menjadikan Petrokimia Gresik berdaya saing dan leader di sektor agroindustri," tandasnya.

Dwi Ary menambahkan pemanfaatan teknologi ini juga menjadi upaya Petrokimia Gresik memutus mata rantai penularan COVID-19 di perusahaan, mengingat Petrokimia Gresik merupakan objek vital nasional (obvitnas) yang operasionalnya tidak boleh terganggu dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Contohnya aplikasi kepegawaian PETROSTAR. Melalui aplikasi ini urusan administrasi kepegawaian dapat dilakukan secara online, termasuk juga absensi daring yang dapat memberikan informasi secara real time bagi para leader.

"Direktur Utama Petrokimia Gresik selalu memacu karyawan agar senantiasa melahirkan ide dan kreativitas, termasuk di bidang teknologi. Memberikan wadah untuk mengimplementasikannya sehingga bermanfaat bagi proses bisnis perusahaan. Inilah salah satu alasan Direktur Utama Petrokimia Gresik mendapatkan apresiasi ini," ujar Dwi Ary.

Sementara itu, berdasarkan penilaian Dewan Juri yang diketuai oleh Prof. Kalamullah Ramli, sekaligus Dewan Pengawas Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Petrokimia Gresik telah memanfaatkan tata kelola Teknologi, Informasi dan Komunikasi dalam pengambilan kebijakan, organisasi, penerapan sistem dan prosedur dengan sangat baik.

Petrokimia Gresik juga telah mengimplementasi teknologi digital dan penggunaannya terpadu hampir di semua divisi/unit kerja, berdampak signifikan terhadap kinerja, daya saing, dan layanan pelanggan/masyarakat. Selain itu, infrastruktur pendukung teknologi digitalnya tersedia sesuai dengan kebutuhan saat ini. (prf/ega)