Pelihara Si Cantik Golden Red, Salurkan Hobi Sekaligus Investasi

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 16:55 WIB
Seorang pengusaha yang berhasil membudidayakan ikan Arwana ini berhasil meraup untung hingga ratusan juta pertahun. Penasaran? Intip aja yuks.
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Kapuas Hulu - Arwana termasuk ikan hias yang populer di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Memelihara ikan ini bukan hanya sebatas penyaluran hobi, tapi bisa menjadi investasi dengan cuan besar.

Ada beberapa jenis arwana yang biasa ditemukan di Sungai Kapuas, salah satunya jenis Golden Red. Ikan ini memiliki warna tubuh keemasan dengan buntut berwarna merah terang.

Salah seorang pembudidaya ikan arwana di Putussibau, Kapuas Hulu mengungkapkan ikan arwana merupakan ikan yang mudah untuk dipelihara. Sebab, ikan ini tidak memerlukan pakan dan tempat yang sulit dipenuhi.

Arwana dapat hidup di air tawar dengan Ph 6-7. Adapun makanannya antara lain kodok, jangkrik, atau ikan kecil.

Warga Desa Sambus, Putussibau itu menyebut arwana tak masalah ditempatkan di satu kolam atau akuarium. Sebab, mereka tidak memiliki karakter agresif yang suka menyerang.

"Nggak lah (saling serang), paling cuma sesekali aja (berkelahi) tapi nggak parah. Sebentar lalu sudah pergi lagi," ungkap Wahidul.

Ia menambahkan arwana memiliki cara berkembang biak unik yang berbeda dari ikan-ikan lainnya. Sekali bertelur, arwana betina bisa mengeluarkan 30-40 telur. Setelah itu, telur tersebut disimpan di mulut arwana jantan selama 40 hari.

"Nggak makan dia (arwana jantan), selama 40 hari. Paling dia makan tuh telur-telur yang nggak bagus," jelas Wahidul.

Seorang pengusaha yang berhasil membudidayakan ikan Arwana ini berhasil meraup untung hingga ratusan juta pertahun. Penasaran? Intip aja yuks.Seorang pengusaha yang berhasil membudidayakan ikan Arwana ini berhasil meraup untung hingga ratusan juta pertahun. Penasaran? Intip aja yuks. Foto: Rachman Haryanto

Setelah 40 hari, arwana jantan akan memuntahkan telur-telur yang sudah menetas. Anakan yang baru menetas itu harus cepat diambil keluar kolam, karena jika tidak si pejantan akan memakan kembali ikan arwana kecil.

Wahidul mengungkapkan memelihara arwana dapat mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Dari usia 1 bulan ikan ini dihargai Rp 1,5-1,7 juta. Ketika sudah berumur 3 bulan, harganya bisa meningkat hingga Rp 3-4 juta. Bahkan, harga arwana Golden Red berukuran sedang usia 1 tahun dengan panjang 25-30 cm bisa berlipat mencapai Rp 30 jutaan.

Ia menyebut arwana akan semakin mahal jika punya bentuk fisik yang unik dan indah. Keunikan itu bisa dilihat dari bentuk kepala yang cekung, sirip panjang, ekor besar dan lebar serta mengeluarkan warna terang.

Seorang pengusaha yang berhasil membudidayakan ikan Arwana ini berhasil meraup untung hingga ratusan juta pertahun. Penasaran? Intip aja yuks.Seorang pengusaha yang berhasil membudidayakan ikan Arwana ini berhasil meraup untung hingga ratusan juta pertahun. Penasaran? Intip aja yuks. Foto: Rachman Haryanto

"Untuk mendapatkan warna (buntut) yang bagus itu salah satunya dipengaruhi sinar matahari. Seperti kulit manusia saja, akan sehat kalau suka berjemur," kata Wahidul.

Jika punya warna unik, nilai jual arwana akan meroket. Bahkan, ada orang yang berani menukar dengan satu unit mobil.

"Kawan saya belum lama ini bisa jual ditukar dengan mobil. Jadi dia pergi jual arwananya, pulang bawa Honda Brio. Itu karena warnanya unik," cerita Wahidul.

Kepada detikcom Wahidul mengungkapkan untuk mengembangkan bisnis arwananya, ia memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat dari BRI. Dana yang didapatkan lantas dipergunakan untuk membuat kolam baru dan kebutuhan lainnya.

"Ya sangat membantu lah lah KUR dari BRI ini untuk pengembangan bisnis saya. Saya kan ada bisnis sembako juga di rumah, jadi dibagi-bagi modalnya," kata Wahidul.

Di ulang tahun yang ke-125 pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.

Simak Video "Bisnis ikan Arwana, Ikan Sultan Penghasil Cuan"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)