Mahasiswa Aceh Minta Pemerintah Tidak Semaunya Ubah RUU PA
Kamis, 02 Feb 2006 18:35 WIB
Banda Aceh - Ratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dan IAIN Ar Raniry meminta pemerintah untuk tidak semena-mena merubah RUU Pemerintahan Aceh yang tengah digodok di DPR RI. Merubah RUU PA berarti mengkhianati rakyat Aceh, teriak mereka.Ratusan mahasiswa ini mendatangi kantor DPRD NAD di Jl. T.Daud Bereueh untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka menilai, pemerintah tidak menunjukkan sebuah upaya yang serrius dan sungguh-sungguh dalam proses perdamaian dengan menghapuskan beberapa point yang sangat substansial. "Padahal itu merupakan butir-butir kesepakatan MoU," ujar Khalid Ashim, Presiden Pema Unsyiah pada wartawan, di sela-sela aksi demo, Kamis (2/2/206).Mereka juga mendesak agar DPR RI tidak lagi menunda-nunda persidangan tentang RUUPA, mengingat RUdengan pelaksanaan Pilkada di Aceh. "Mari kita tunjukkan, bahwa rakyat Aceh kini tidak mau lagi dikhianati. Dan bila MoU ini dilanggar oleh pemerintah, maka pemerintah akan berhadapan dengan rakyat Aceh," teriak mereka.Semula, ratusan mahasiswa ini tidak dizinkan masuk ke kantor dewan, tapi karena aksi berjalan damai, mahasiswa diizinkan masuk. Puluhan polisi dan Polwan terlihat berjaga-jaga di sekitar kantor DPRD NAD. Setelah melakukan aksi orasi di kantor DPRD NAD, ratusan mahasiswa ini kemudian bergerak ke arah Simpang Lima, Banda Aceh. Di kawasan ini mereka juga melakukan orasi dan membagi-bagikan selebaran.Sejak kemarin, elemen mahasiswa di Aceh melakukan aksi demo, menentang perubahan RUUPA versi pemerintah. Setelah melakukan aksi orasi di kantor DPRD NAD, ratusan mahasiswa ini kemudian bergerak ke arah Simpang Lima, Banda Aceh. Di kawasan ini mereka juga melakukan orasi dan membagi-bagikan selebaran.
(jon/)











































