Menkes Minta Warga Kurangi Mobilitas 10 Hari Usai Libur Tahun Baru

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 14:09 WIB
Poll Budi Gunadi Sadikin
Budi Gunadi Sadikin (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar mengurangi mobilitas setelah libur Natal dan tahun baru 2021. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia.

"Saya imbau ke teman-teman yang sekarang sedang liburan atau keluarganya sedang berlibur, melihat data ini alangkah baiknya bila setelah kita pulang nanti atau selama kita juga mempersiapkan masuk kerja nanti, kita lebih banyak melakukan kerja di rumah kita mengurangi mobilitas kita bergerak selama 5 sampai 10 hari," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12/2020).

"Dengan demikian, itu bisa membantu mengurangi lonjakan dari infeksi COVID-19 sesudah liburan panjang ini akan sangat membantu tenaga kesehatan, para dokter, para perawat yang harus bekerja keras nantinya kalau ada banyak pasien masuk rumah sakit," sambung Budi.

Budi mengatakan, setiap 100 yang terinfeksi COVID-19, 30 persen harus dirawat di rumah sakit. Dari angka 30 persen itu, 5 persen di antaranya harus dirawat di ICU.

"Sehingga kita bisa mengantisipasi berapa ruang rumah sakit, berapa ruang ICU yang dibutuhkan dan kita tahu bagaimana mengejarnya. Jadi, kalau kita sama-sama bisa mengurangi derajat infeksi, bisa memastikan teman-teman itu sehat tidak terlalu mobile, mobilitas tidak tinggi, selama 10 hari pertama di awal 2021 itu akan sangat membantu untuk rekan-rekan kesehatan yang ada di rumah sakit," ujar Budi.

Budi mengungkapkan, tempat tidur isolasi khusus pasien COVID-19 dan ICU di banyak rumah sakit di Indonesia sudah cukup penuh. Budi pun mengatakan sudah berbicara dengan sejumlah kepala daerah untuk mengantisipasi lonjakan kasus selepas libur akhir tahun.

"Pertama Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan pemerintah daerah, saya sudah berbicara dengan beberapa gubernur ingin memastikan bahwa rumah sakit kita siap, ruang isolasinya cukup, ranjangnya cukup, ICU-nya cukup, dokternya cukup, perawatnya ada, obatnya ada, alat pelindung dirinya siap, dan sebagainya," tutur dia.

Budi mengatakan penambahan kasus setelah libur panjang biasanya terjadi setelah 14 hari. Dia memperkirakan kenaikan kasus terjadi pada 16-18 Januari.

"Sekarang kita persiapkan dari sekarang, karena pengalaman menunjukkan lonjakan itu terjadi 10 sampai 14 hari sesudah liburan selesai. Jadi kalau liburan selesai di tanggal 1 atau 2 Januari ini akan terjadi sekitar 16, 18. Kita ingin memastikan seluruh infrastruktur kesehatan di seluruh kota-kota besar yang terinfeksinya besar itu siap dan kami akan bekerja keras di liburan akhir tahun ini untuk memastikan ini siap," imbuh dia.

(knv/gbr)