KPK: ICW Seperti Orang Hipertensi, Seleranya Tidak Bisa Komprehensif

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 12:26 WIB
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron memberi apresiasi atas evaluasii Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap KPK pada 2020. Namun dia juga mengkritik ICW karena melihat kerja KPK hanya saat menangkap para koruptor.

"Sayangnya ICW ini seperti orang yang lagi ngidap hipertensi, sehingga seleranya tidak bisa komprehensif, ICW tidak bisa nerima yang berasin-asin, maunya yang manis-manis saja. Karena kalau asin naik tensi darahnya!" kata Ghufron kepada wartawan, Selasa (29/12/2020).

Ghufron menyebut, dalam pandangan ICW, KPK adalah Komisi Penangkap Koruptor, dan menganggap kerja KPK hanya melakukan penangkapan terhadap koruptor.

"KPK tidak dinilai kalau mencegah, apalagi mengedukasi masyarakat, untuk sadar dan tidak berprilaku korup itu dianggap bukan KPK," ujar Ghufron.

Dia meyakini masyarakat Indonesia lebih dewasa seleranya dalam pemberantasan korupsi. Maka, kata dia, apa yang disampaikan ICW akan bertentangan dengan kesadaran antikorupsi rakyat.

"Rakyat Indonesia orang yang sehat, sehingga baik yang manis, asin, maupun kecut, harus dilahap. KPK itu didirikan oleh negara dan didanai untuk mencegah dan menindak, karena itu KPK harus menindak kala ada tipikor. Namun, sebelum terjadi tipikornya, KPK juga harus mencegah dan menyadarkan penyelenggara negara dan masyarakat untuk tidak korup," jelasnya.

Lebih jauh, Ghufron menyebut ICW tidak melihat situasi saat pandemi Corona, ketika lembaga-lembaga negara melambat, bahkan off.

"KPK dengan kekuatan 25% SDM yang bekerja mengawal dana COVID-19 tersebut mencapai hasil optimal," katanya.

"Hasil dari pencegahan yang dilakukan KPK telah menyelamatkan potensi kerugian negara selama 1 tahun kami bekerja mencapai Rp 592 triliun, jauh melebihi 5 tahun kinerja periode sebelumnya yang mencapai Rp 63,4 triliun," sambungnya.

Apa evaluasi ICW terhadap KPK? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2