Eddie Bantah Nikmati Diskon US$ 2,7 Juta dari Mesin PLTG Borang
Kamis, 02 Feb 2006 18:51 WIB
Jakarta - Dirut PT PLN (Persero) Eddie Widiono membantah pihaknya mendapat diskon 2,7 juta dolar AS dari pembelian mesin pembangkit PLTG Borang. Angka itu merupakan hasil negosiasi. Karena jam kerja mesin yang berbeda dengan yang diharapkan."Dana itu tidak dibayarkan, dan PLN menghemat. Sampai saat ini pembayaran belum lunas," kata Eddie usai pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (2/2/2006).Berdasarkan laporan dari Dirkeu PLN, jumlah cicilan yang sudah dibayarkan hingga saat ini sebesar 12 juta dolar AS. Sedangkan total pembelian senilai 27 juta dolar AS. "Nilai kemanfaatan yang kita peroleh sampai saat ini mencapai hampir Rp 300 miliar," katanya.Bukan LoakanSoal mesin bekas, Eddie mengaku sudah tahu bahwa mesin itu bukan barang baru, meskipun dalam kontrak tidak disebutkan barang tersebut barang bekas. "Saya tahu itu bekas, karena delivery-nya pendek hanya dua bulan," kata dia.Namun dia menegaskan, pembangkit yang dibeli PLN bukan barang bekas yang tidak berkualitas. Sebab mesin itu sudah dijamin kualitasnya oleh pabrikan. "Ini bekas, tapi bukan loakan!" tandas Eddie.Apalagi perusahaan yang mendukung penawaran mesin itu adalah General Electric (GE) Rental, anak perusahaan GE, yang menyewa dan menyewabelikan mesin-mesin dari GE."Jadi ini bukan perusahaan loak dan mesinnya sudah di-refurbish. Dijamin kinerjanya oleh pabrikan. Saya yakin ini proyek yang bagus dan menghasilkan penghematan," katanya.
(umi/)











































