Sandiaga Uno dan Gelang Tasbih, Ini Hikmah Selalu Mengingat Allah SWT

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 06:07 WIB
Sandiaga Uno dilantik jadi Menparekraf (Agus Suparto)
Foto: Sandiaga Uno dilantik jadi Menparekraf (Agus Suparto)
Jakarta -

Sandiaga Uno dan gelang tasbih yang dikenakan saat pelantikan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menarik perhatian publik. Gelang itu melingkar di telapak tangannya saat menjadi anggota kabinet Presiden Joko Widodo.

Dalam perbincangan dengan tim Blak-Blakan detikcom, Sandiaga Uno menjelaskan gelang tasbih yang ramai disorot masyarakat. Gelang tersebut dibeli dari pelaku UMKM di Banyuwangi, Jawa Timur, yang diasuh seorang kiai.

"Gelang ini bagian dari kerja bareng UMKM dan temen-temen pelaku ekonomi kreatif. Saya beli waktu itu dan sering dipake. Tapi pas kunjungan sering diminta. Nah yang ini pas 33 untuk tasbih," kata Sandiaga yang sering zikir dengan gelang tersebut.

Sandiaga Uno mengatakan, dia sebetulnya nggak sadar sedang mengenakan gelang tersebut. Dia baru menyadarinya saat ada yang bertanya usai pelantikan dan menjadi sebuah berita. Gelang tersebut biasanya disimpan dalam kantong untuk zikir.

Selama pelantikan menjadi Menparekraf, Sandiaga Uno terus melakukan zikir. Usaha mengingat Allah SWT dilakukan Sandiaga untuk memastikan semua yang dilakukan adalah ibadah. Semua yang ada di dunia adalah milik Allah SWT.

"Ini adalah sumpah sakral kita yang memberikan komitmen di depan bapak Presiden dengan kitab Al Quran yang dipegang rohaniawan dan disaksikan Allah SWT. Jadi saya membaca zikir untuk memastikan semuanya adalah ibadah pada Allah SWT," kata Sandiaga.

Dikutip dari Islam Question and Answer, Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan keuntungan bagi umat yang selalu zikir mengingat Allah SWT. Berikut hadistnya

رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال‏:‏ ‏ "‏يقول الله تعالى‏:‏ أنا عند ظن عبدي بي، وأنا معه إذا ذكرني، فإن ذكرني في نفسه، ذكرته في نفسي وإن ذكرني في ملإٍ ذكرته في ملإٍ خير منهم‏"

Artinya: Rasulullah SAW berkata, Allah berfirman: "Aku seperti yang diharapkan hambaKu dan Aku bersamanya ketika dia mengingatKu. Jika dia mengingatKu dalam hati maka Aku akan mengingatnya dalam hati. Jika dia mengingatKu dalam suatu majelis maka Aku akan mengingatnya dalam majelis yang lebih baik (yaitu bersama malaikat)." (HR Bukhari dan Muslim)

Zikir tentunya menjadi salah satu usaha manusia untuk selalu mengingat Allah SWT. Bagi yang ingin zikir, bisa melakukannya usai sholat wajib seperti dalam hadist Rasulullah SAW. Hadist ini dilaporkan Ka'b bin 'Ujrah

رسول الله صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ ‏ "‏معقبات لا يخيب قائلهن -أو فاعلهن- دبر كل صلاة مكتوبة‏:‏ ثلاثًا وثلاثين تسبيحة وثلاثًا وثلاثين تحميدة، وأربعًا وثلاثين تكبيرة‏"

Artinya: Rasulullah SAW berkata, "Ada beberapa kata yang tidak akan memberi kekecewaan jika diucapkan. Kata-kata ini adalah tasbih Subhan-Allah (Allah SWT bebas dari ketidaksempurnaan) yang diucapkan 33 kali, tahmid Al-hamdu lillah (segala pujian hanya milik Allah SWT) sebanyak 33 kali, dan takbir Allahu Akbar (Allah Maha Besar) 34 kali. Kata-kata ini sebaiknya dibaca usai tiap sholat wajib." (HR Muslim).

Usai sholat wajib ternyata bukan satu-satunya waktu yang disarankan untuk zikir. Tiap muslim disarankan zikir sebelum tidur seperti yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya

أَلاَ أُخْبِرُكِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْهُ، تُسَبِّحِينَ اللَّهَ عِنْدَ مَنَامِكِ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَتَحْمَدِينَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَتُكَبِّرِينَ اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ ‏"

Artinya: "Maukah kau kuberi tahu hal yang lebih baik? Saat pergi tidur bacalah Subhan Allah 33 kali, Al hamduli l-lah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali." (HR Bukhari).

Dengan selalu zikir mengingat Allah SWT, hati seorang muslim menjadi lebih tenang dan fokus. Semua kegiatan dilakukan sebaik-baiknya dengan menganggapnya sebagai bagian dari ibadah pada Allah SWT.

(row/erd)