Terharu, Pengusaha Sarang Walet Menangis Waktu Beli Toyota Fortuner

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 28 Des 2020 18:14 WIB
Pengusaha sarang walet
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta -

Sejak remaja, Marsilus dididik untuk menjadi pria yang mandiri meskipun keluarganya berkecukupan. Hal itu membuat warga Putussibau, Kalimantan Barat ini terlatih untuk melihat peluang usaha untuk meraup keuntungan.

Sejak dua tahun belakangan, pria yang pernah menjadi guru di Pontianak ini menggeluti budidaya sarang walet. Pria yang akrab disapa Marsel ini membuat rumah walet di pekarangan miliknya di Putussibau. Dengan telaten ia mengurus kandang tersebut sendiri, tanpa bantuan karyawan.

Kepada detikcom ia mengungkapkan, budidaya sarang walet bukanlah bisnis instan. Perlu waktu beberapa bulan sampai burung walet mau datang dan bersarang di kandang buatan manusia.

Dari enam kandang yang dibuat Marsel, baru dua kandang yang sudah bisa dipanen secara berkelanjutan. Marsel memanen sendiri sarang burung waletnya. Di siang hari, ia masuk ke kandang walet dan mengambil sarang-sarang yang ditinggalkan burung berpelatuk panjang tersebut.

"Sarang walet ini saya panen sendiri saja. Karena kan tidak bisa masuk banyak orang ke dalam sarangnya, nanti burungnya malah tidak mau datang lagi," ungkap Marsel kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Secara gamblang ia menyebut setiap bulan bisa mengumpulkan 7-8 kilogram sarang walet. Setiap kilogram dihargai Rp 12-14 juta oleh pengepul yang datang langsung ke rumah Marsel untuk mengambil hasil panen.

"Sekarang sudah menanjak sekali hasil panen ini bisa 100 juta (rupiah) sebulan saya dapat. Ini baru dari dua kandang, karena (empat) kandang lainnya belum bisa dipanen," ungkap Marsel.

Marsel mengaku sangat bahagia akan hasil dari sarang walet miliknya. Sebab, ia merasakan jerih payah meniti usaha tersebut dari nol sampai menghasilkan uang ratusan juta per bulan.

Bisnis sarang waletBisnis sarang walet Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Di tengah menanjaknya usaha walet, Marsel berinisiatif membelikan sebuah mobil untuk istri tercinta. Meskipun awalnya sang istri menolak dengan alasan sudah merasa cukup dengan satu mobil pickup yang biasa digunakan untuk mobilisasi usaha peternakan ayam. Namun akhirnya ia luluh juga dan memilih mobil impiannya.

"Saat ada agen (sales) datang ke rumah itu saya memang sudah niat mau beli mobil, tapi istri nggak minta. Dia bilang pakai mobil yang ada juga masih bisa. Tapi akhirnya dia mau juga pilih mobil. Ya dipilihlah (Toyota) Fortuner itu," cerita Marsel sambil terkekeh.

Ada cerita menggelitik saat Marsel mengambil langsung mobil tersebut dari dealer di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Karena sehari-hari terbiasa menggunakan mobil manual, ia cukup grogi saat hendak membawa Toyota Fortuner dengan transmisi otomatis.

"Nah akhirnya di hotel itu saya buka-buka YouTube belajar dulu. Sempat grogi juga belum biasa bawa matic," katanya sambil tertawa.

Pengusaha sarang waletPengusaha sarang walet Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Saat hendak mengambil mobil impian keluarganya itu, Marsel merasa bangga sekaligus terharu. Ia seakan tak percaya jerih payahnya sudah berbuah hasil yang begitu banyak. Ia bahkan sampai menangis saat menghitung uang untuk membayar mobil barunya.

"Di hotel itu saya hitung uang bareng sama istri. Nggak nyangka bisa terkumpul segini banyak. Menangis lah saya di situ, nggak pernah kebayang bisa beli mobil mewah seperti ini," cerita Marsel.

Di balik cerita suksesnya, Marsel ternyata merupakan salah satu nasabah kredit Bank BRI. Ia memanfaatkan fasilitas pinjaman dari Bank BRI itu untuk mengembangkan bisnis walet dan usaha lain.

"Ya dari BRI ini saya bisa dapat dana untuk kembangkan usaha. Selain walet ini, saya juga lagi coba buat peternakan ikan arwana di belakang rumah. Saya lihat-lihat bagus ini harga arwana cukup tinggi," kata Marsel.

Di ulang tahun yang ke-125 pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.

(prf/ega)