Cegah Varian Baru COVID-19, WNI dari Eropa Wajib Ikuti Aturan Ini

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 28 Des 2020 11:46 WIB
Ratusan calon penumpang mengantre untuk rapid tes antigen di Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, Yogyakarta, Rabu (23/12/2020). Pelayanan dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan rapid test antigen akan dipatok seharga Rp 170 ribu. Sementara untuk rapid test antibody seharga Rp 85 ribu.
Foto: Pius Erlangga
Jakarta - Sejumlah negara di Eropa melaporkan virus serupa Sars-Cov2 yang menyebabkan wabah COVID-19. Tak hanya Inggris, varian baru virus corona itu juga dikonfirmasi oleh Denmark, Belanda, hingga Australia.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, pihaknya telah membuat regulasi bagi pelaku perjalanan lewat adendum Surat Edaran No.3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Khususnya memperketat kedatangan pelaku perjalanan dari Inggris, Eropa dan Australia. Karena ditemukannya varian baru, maka berpotensi terdistribusi ke negara lain," kata Wiku dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Senin (28/12/2020).

Wiku menjelaskan dalam surat edaran yang turut disempurnakan oleh Satgas COVID-19 itu tercantum sejumlah tahapan yang harus dijalani oleh warga negara Indonesia (WNI) yang pulang dari luar negeri, utamanya Eropa dan Australia.

Dia menuturkan WNI baik datang langsung maupun transit di negara asing harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum jam keberangkatan. Kemudian, WNI yang lolos pemeriksaan awal harus melakukan tes ulang RT-PCR pertama.

"Jika hasilnya positif, maka harus menjalani perawatan lanjutan. Dan jika hasilnya negatif, maka pendatang harus melakukan tahapan lanjutan yaitu isolasi selama 5 hari (sejak tanggal kedatangan)," ungkap Wiku.

Tes ini dinilai perlu karena median waktu inkubasi virus COVID-19 adalah lima hari. Jika tes kedua menunjukkan hasil negatif, pelaku perjalanan pun diperbolehkan masuk Indonesia.

Wiku menambahkan jika hasil tes ternyata positif maka WNI akan mendapatkan perawatan lanjutan. Regulasi serupa juga diterapkan untuk warga negara asing (WNA) yang hendak masuk Indonesia. Bedanya, biaya perawatan COVID-19 untuk WNI ditanggung pemerintah, sementara untuk WNA bersifat mandiri atau berbayar.

"Pada prinsipnya, peraturan ini dibentuk untuk membatasi mobilitas, yang dapat meningkatkan peluang penularan sekaligus tanggap terhadap fenomena mutasi virus di beberapa negara di dunia," pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk mencegah varian baru COVID-19 masuk ke Indonesia, masyarakat diimbau untuk selalu #ingatpesanibu untuk menerapkan 3M dengan #memakaimasker, #menjagajarak dan #mencucitangan secara rutin. (prf/ega)