Usai Dukung Calon Panglima, Anggota DPR Dibogem Pria Cepak
Kamis, 02 Feb 2006 15:14 WIB
Jakarta - Anggota DPR dari FPBR Ade Daud Nasution tidak menyangka bakal kena bogem mentah pria berambut cepak. Padahal senyumnya belum lagi hilang setelah komisinya menyatakan dukungan kepada Marsekal Djoko Soeyanto sebagai Panglima TNI. Ada apa gerangan? Pemukulan terhadap anggota Komisi I DPR RI itu terjadi setelah laki-laki misterius itu ngamuk dan menuding-nuding Ade usai rapat internal Komisi I di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (2/2/2006) sekitar pukul 14.15 WIB.Saat itu Ade bersama Ali Muchtar Ngabalin, rekannya sekomisi dari FBPD, tengah menuju ruang pimpinan Komisi I yang terletak di lantai 2 Gedung Nusantara II.Ketika sedang naik ekskalator, tiga laki-laki bersafari itu rupanya sudah menunggu. Tiba-tiba mereka ngamuk dan menunjuk-nunjuk muka Ade serta mengata-ngatai Ade. Saat itu Ali Muchtar berusaha menanyakan maksud mereka baik-baik.Namun Ali malah kena bentak pria berwajah sangar itu. "Kamu jangan ikut campur!" cetus laki-laki berkulit gelap itu.Ade yang masih terkesiap dengan ulah laki-laki itu tidak menyangka ketika salah satu dari ketiga orang itu maju dan memukul pelipis kanannya. Darah langsung muncrat dari pelipis Ade yang robek dan membasahi bajunya.Secara refleks Ade berniat membalas pukulan laki-laki tersebut, namun Ali Muchtar melarangnya dan membawa Ade ke ruang pimpinan Komisi I. "Bagaimana ini polisi!" teriaknya seraya mempertanyakan kenapa laki-laki itu bisa lolos dari pengawasan. Sementara laki-laki itu langsung diamankan aparat polisi yang menjaga gedung DPR. Setelah diinterogasi, ia langsung dibawa ke Polda Metro Jaya. Bekalangan diketahui ia bernama Edi.Kejadian ini sempat membuat panik anggota DPR, khususnya Komisi I yang beberapa saat sebelumnya memutuskan mendukung Marsekal Djoko Soeyanto menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto.Situasi langsung hiruk-pikuk. Sebagian berusaha menolong Ade dan sebagian lagi ke posko polisi untuk melihat wajah si pemukul.Belum jelas apa motif pria misterius itu. Tapi Ade menduga kejadian itu ada kaitannya dengan rapat kerja antara Komisi I dengan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto beberapa bulan lalu.Saat itu secara lantang, Ade meminta Panglima TNI meninjau ulang kontrak-kontrak dengan suplier bahan perbekalan makanan TNI yang sudah bertahun-tahun dilakukan sebuah perusahaan rekanan TNI. Ade berjanji akan melaporkan kejadian ini kepada polisi dan Presiden SBY. Ia tidak terima sikap kritisnya dihadiahi bogem mentah. "Karena ini kan kerjaan saya sebagai anggota parlemen," tegasnya.
(umi/)











































