Round-Up

Duka Keluarga Ibu Muda Tewas Akibat Laka Maut di Selatan Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Des 2020 08:07 WIB
Jakarta -

Pinkan Lumintang (30) menjadi korban tewas dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Ragunan Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kepergian Pinkan untuk selamanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Rahmat Hidayatullah (36), suami korban menerima kabar kecelakaan istrinya itu pada Jumat (25/12) siang. Ia diberitahu oleh adik iparnya bahwa sang istri mengalami kecelakaan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam keadaan terkejut, Rahmat mencoba menghubungi hotel tempat istrinya bekerja untuk meyakinkan posisi sang istri. Sebab, Rahmat mengetahui jika istrinya saat itu hendak berangkat kerja.

"Saya coba telpon ke tempat kerjanya, ternyata beliau belum sampai nih. Orang kerjanya juga nggak ada yang tahu. Akhirnya saya bilang saya dapat informasi istri saya kecelakaan, nanti saya kabarin lagi," kata Rahmat saat ditemui di rumah duka di Beji, Depok, Sabtu (26/12/2020).

Rahmat segera bergegas ke RS Fatmawati. Sepanjang perjalanan hingga ke RS, Rahmat menerima banyak pesan ungkapan belasungkawa.

Kian cemas, Rahmat kemudian segera mencari tahu kondisi istrinya itu di rumah sakit. Hingga akhirnya Rahmat bertemu dengan polisi yang menyerahkan barang-barang milik istrinya.

"Sampai di ruang duka, saya ketemu dua polisi yang bawa barang ibu saya. "Pak ini barang istri bapak, untuk lebih lengkap Bapak bisa ke Polres Jaksel untuk menanyakan detil kayak gimananya". Saat itu, saya disarankan untuk ngurus jenazah istri saya. Saya urus itu, saya belum ke polisi Jaksel," katanya.

Pinkan dan Rahmat sudah 6 tahun lebih menikah. Pernikahan keduanya dianugerahi dua anak usia 2 tahun dan 6 tahun. Bagi sang suami, Pinkan Lumintang adalah sosok istri yang superpower.

"Justru yang superpower itu ya istri saya. Yang bantu saya meskipun saya nggak minta. Tapi dia ikhlas ngasih buat keluarga. Sampai buat dirinya sendiri suka lupa," ujar suami Pinkan, Rahmat Hidayatullah, saat ditemui detikcom di rumahnya di Beji, Depok, Sabtu (26/12/2020).

Menurut Rahmat, Pinkan adalah tulang punggung keluarga. Selain membantu suami dalam perekonomian keluarga, Pinkan juga menafkahi orang tuanya.

"Istri saya ini salah satu yang membantu tulang punggung dalam rumah tangga saya. Dia bekerja untuk bantu menafkahi anak dan juga bantu nafkah orang tuanya," imbuh Rahmat.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....

Keduanya menikah ketika Pinkan berusia 22 tahun dan Rahmat usia 28 tahun. Hasil pernikahan keduanya ini telah dikaruniai 2 orang anak yang berusia 2 tahun dan 6 tahun.

Sebelum kecelakaan terjadi pada Jumat (25/12) siang, korban pamit kepada suaminya untuk berangkat kerja. Pinkan diketahui bekerja sebagai seorang supervisor di salah satu hotel di daerah Jakarta. Rahmat juga bekerja di hotel bintang lima di Jakpus.

Sehari-hari Pinkan memang menggunakan motor pribadi saat hendak berangkat bekerja. Rute yang biasa dilaluinya juga selalu sama, yakni melewati daerah Pasar Minggu, lokasi kejadian kecelakaan tersebut.

"Izin berangkat kerja. Sehari-hari pakai motor pribadi, rutenya selalu sama. Dia sudah kayak nyaman lewat Pasar Minggu itu," jelas Rahmat.

Lebih lanjut Rahmat menyampaikan harapannya terkait musibah yang dialami sang istri. Ia meminta pelaku bertanggung jawab.

"Ini siapa juga yang mau, kan. Yang pasti, saya pesan buat pengendara, lebih hati-hati. Terutama untuk pelaku harus bertanggung jawab. Karena apa yang dia perbuat sudah banyak memakan korban. Sampai ada korban jiwa. Sekarang iktikadnya di mana," katanya.

Pinkan menjadi korban tewas dalam kecelakaan di Jl Ragunan Raya, Para Minggu, Jaksel, Jumat (25/12). Dalam peristiwa kecelakaan itu, penyerempet polisi berinisial H ditetapkan sebagai tersangka.

(mea/mea)