438 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta Via Tol Selama 3 Hari Libur Natal

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 26 Des 2020 19:01 WIB
Kendaraan melintasi Tol Jakarta Cikampek di KM 11, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020).  Tarif Tol Jakarta-Cikampek (Japek) bakal naik. Tarifnya bakal diintegrasikan dengan tarif Tol Japek Elevated II yang selama ini masih belum dikenakan tarif.
Ilustrasi lalu lintas di Tol Japek. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Jasa Marga mencatat adanya peningkatan volume kendaraan selama tiga hari libur Natal 2020. Sejak 23-25 Desember, tercatat sudah 483 ribu lebih kendaraan meninggalkan Jakarta via Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Tol Tangerang-Merak, dan Tol Jagorawi.

"Jasa Marga mencatat sebanyak 483.072 kendaraan meninggalkan Jakarta sejak H-2 (23-25 Desember 2020). Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari beberapa gerbang tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah barat), GT Ciawi (arah selatan), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah timur)," kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (26/12/2020).

Heru mengatakan volume kendaraan tersebut mengalami peningkatan dibanding lalu lintas normal.

"Jumlah ini naik 17,4 persen jika dibandingkan lalin normal," katanya.

Dari 483.072 kendaraan tersebut, sebanyak 146.823 kendaraan meninggalkan Jakarta via GT Cikampek Utama I. Kemudian 97.356 kendaraan meninggalkan Jakarta via GT Kalihurip Utama I.

Selanjutnya, tercatat 140.471 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju barat via GT Cikupa Tol Tangerang-Merak. Sementara itu, 98.423 kendaraan meninggalkan Jakarta via GT Ciawi I Tol Jagorawi.

"Jasa Marga memprediksi akan terjadi peningkatan volume kendaraan kumulatif dari gerbang tol barrier/utama yang akan kembali menuju Jakarta pada Minggu, 27 Desember 2020, mencapai 178.887 kendaraan, meningkat 13,82 persen dari lalin normal. Diprediksi mayoritas sebanyak 57.404 kendaraan akan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama arah Jakarta, meningkat 35 persen dari lalin normal," tandas Heru.

(mei/hri)