Cuma buat Nabung, Dulu Warga Badau Harus Tempuh Perjalanan 2 Hari

Yudistira Imandiar - detikNews
Sabtu, 26 Des 2020 15:34 WIB
Transaksi perbankan di Badau
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Badau -

Bianor Evodius Stanley masih ingat betul suasana Kecamatan Badau di awal tahun 90'an. Pria berusia 34 tahun itu tak pernah pindah dari Desa Lanjak, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu sehingga ia bisa merekam perkembangan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia itu di ingatannya.

Evo menerangkan Badau di zaman dulu sangat sunyi dan gelap. Jalanan lintas utama dari Badau menuju Putussibau hingga Pontianak jauh dari kata layak dilintasi. Permukaannya tanah merah, semak belukar di kanan dan kirinya. Jika hujan turun, rupa jalanan tersebut identik dengan kubangan.

Selain akses jalanan yang buruk, di era 90'an warga Badau masih belum tersentuh layanan perbankan. Saat itu, kata Evo, tidak ada bank di Badau.

Evo mengisahkan, dulu untuk menabung di bank ayahnya sering pergi ke daerah Semitau, Kapuas Hulu. Ia beberapa kali diajak ayah untuk pergi ke Bank Daerah setempat. Untuk sampai ke sana, warga harus menempuh perjalanan selama tiga jam naik speedboat. Belum lagi jika turun hujan sampai banjir, Evo dan ayahnya pasti basah kuyup sampai ke tujuan.

"Oy, susah sekali waktu itu untuk menabung. Kita harus naik speedboat kurang lebih 3 jam ke Selimbau. Belum lagi kalau hujan, wah sudah basah kuyup," kisah Evo.

Cerita serupa disampaikan Ade Sanjaya. Meskipun tidak lahir di Badau, Ade merasakan ironi menjadi warga Badau di tahun 90'an saat akses jalan masih sangat terbelakang.

Dikatakan Ade, dulu untuk menabung di bank, warga Badau bisa ke Putussibau. Namun, jaraknya yang jauh dan akses jalan yang sulit ditempuh membuat warga enggan menabung ke bank. Uang hanya disimpan di rumah, biasanya di bawah tempat tidur.

"Ya paling dulu bank ada di Putussibau. Itu kan jalanannya masih jelek, mobil susah lewat,"

Menurut cerita Ade dan warga Badau lainnya yang ditemui detikcom, sebelum ada jalanan aspal, perjalanan menuju Putussibau bisa memakan waktu dua hari dua malam. Mereka harus bermalam di tengah jalanan gelap gulita.

Warga Badau lainnya, Zaldi Salahudin mengungkapkan perjalanan menuju Putussibau semakin sulit jika turun hujan. Mobil sering kali terjerembab ke dalam kubangan hingga harus ditarik oleh beberapa orang.

"Dulu waktu jalan masih jelek itu, mobil-mobil kalau terjeblos kubangan harus ditarik sama-sama. Makanya sering mobil itu sampai di tujuan bumpernya sudah copot," cerita Zaldi.

Warga Badau merasa terbantu dengan kehadiran bank di wilayah mereka, salah satunya Bank BRI. Layanan perbankan BRI membantu masyarakat mulai dari menyimpan uang, mengambil gaji, hingga mengajukan kredit.

"Merasa terbantu sekali dengan adanya BRI. Fasilitas kredit yang diberikan BRI membuat saya bisa memulai usaha hingga sampai saat ini bisa beli rumah," sebut Ade.

Sementara itu, Evo menambahkan layanan BRILink juga sangat membantu warga Badau untuk mengirim uang, membayar tagihan, serta menabung. Evo yang menjadi agen BRILink kerap didatangi warga yang hendak mengirim uang ke sanak saudara, bahkan di malam hari.

"Di sini orang jadi lebih mudah kirim uang. Saya beberapa kali diketuk pintu malam hari, pernah jam 2 pagi katanya mau kirim uang untuk anaknya di luar kota, itu tetap kita layani. Mereka terbantu dengan adanya BRILink jadi mudah kirim uang atau simpan," urai Evo.

Kantor BRI Unit BadauKantor BRI Unit Badau Foto: Yudistira Imandiar/detikcom

Rangkaian program Tapal Batas kerja sama detikcom dengan BRI dilaksanakan dalam momen ulang tahun BRI yang ke-125. BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.

(prf/ega)