Viral Video Warga Pungut Uang Berceceran di Bali, Polisi Cek Lokasinya

Angga Riza - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 15:00 WIB
Polisi cek lokasi warga Bali pungut uang yang bertebaran di jalanan.
Polisi mengecek lokasi warga Bali memunguti uang yang bertebaran di jalanan. (Foto: dok: Istimewa)
Tabanan -

Sebuah video warga sedang memungut uang yang bertebaran di jalan raya viral di media sosial. Polisi telah mengetahui video viral tersebut dan langsung menyelidikinya.

Dugaan awal, peristiwa warga memungut uang yang bertebaran di jalan raya itu terjadi di Bali. Dalam video yang viral, terlihat beberapa warga memungut uang dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Namun polisi belum bisa memastikan lokasi peristiwa tersebut. Polisi masih menyelidikinya.

"Belum bisa dipastikan karena harus kita pastikan betul TKP-nya di video tersebut," kata Kapolsek Baturiti AKP Fachmi Hamdani saat dihubungi, Jumat (25/12/2020).

Lokasi diduga warga pungut uang yang bertebaran.Polisi mengecek lokasi warga memunguti uang yang bertebaran di jalan. (Foto: dok: Istimewa)

Polsek Baturiti telah menerima laporan kehilangan uang. Menurut Fachmi, ada warga yang melapor kehilangan uang Rp 94 juta. Laporan itu masuk pada Sabtu (19/12).

Berdasarkan laporan yang diterima, ada seorang warga yang hendak menyetorkan uang Rp 94 juta ke perusahaannya dengan mengendarai motor. Uang tersebut dimasukkan ke tas yang dibawa oleh anak si pelapor.

"Berangkat dari rumahnya dengan menggunakan kendaraan sepeda motor menuju Denpasar dengan membawa tas warna hitam yang berisikan sejumlah uang, yaitu sebesar Rp 94,1 juta, yang mana tas tersebut digendong oleh anak pelapor dan uang tersebut akan disetorkan ke perusahaannya," terang Fachmi.

Namun, dalam perjalanan, pelapor mengaku diberi tahu oleh sopir truk bahwa uang yang mereka bawa berjatuhan di jalan. Meskipun demikian, Fachmi belum bisa memastikan apakah laporan tersebut terkait dengan peristiwa warga memungut uang yang bertebaran di jalan.

"Pelapor/korban berhenti di wilayah Bedugul dan anak pelapor mengambil topi dari dalam tas tersebut. Namun anak pelapor lupa menutup/mengunci kembali tas tersebut. Selanjutnya pelapor/korban melanjutkan perjalanan menuju Denpasar," ungkap Fachmi.

"Setiba di wilayah Banjar Abianluang, Desa Baturiti, Baturiti, Tabanan, pelapor disalip oleh kendaraan truk warna merah, sambil sopir truk tersebut menyampaikan kepada pelapor yang mengatakan bahwa uang yang ada di tas yang digendong oleh anak pelapor telah berjatuhan di jalan," imbuhnya.

(zak/zak)