Jemaat-Pastor Dites COVID, Begini Penerapan Prokes di Katedral Jakpus

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 14:41 WIB
Suasana Natal di Gereja Katedral
Katedral menerapkan protokol kesehatan saat misa Natal. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Gereja Katedral, Jakarta Pusat, melaksanakan ibadat misa Natal tatap muka. Pelaksanaan misa Natal tatap muka di Katedral hanya dibatasi hingga 20 persen atau sekitar 309 jemaat.

Juru bicara Keuskupan Agung Katedral Susyana Suswadie memastikan seluruh jemaat yang hadir hari ini dalam kondisi sehat. Mereka sudah mendaftar terlebih dahulu secara online.

"Kalau untuk umat itu dipastikan bahwa umat dalam keadaan sehat saja," ujar Susyana saat ditemui di Gereja Katedral, Jumat (25/12/2020).

Selain itu, seluruh petugas hingga pastor diwajibkan melakukan tes swab antigen dan PCR. Mereka yang bertugas selama Natal dipastikan bebas COVID-19.

"Tapi seluruh petugas lainnya, terutama pastor, itu melakukan swab antigen, minimal. Bahkan para pastor biasa melakukan PCR. Dan dipastikan kami semua yang bertugas itu harus dalam keadaan bebas COVID-19," tuturnya.

Adapun jemaat harus melakukan sejumlah tahapan protokol kesehatan sebelum memasuki gereja. Mulai mengecek suhu tubuh, mencuci tangan, disemprot disinfektan, hingga terus menggunakan masker.

"Sebagai contoh yang bisa mengikuti misa itu dibatasi rentang usia yaitu, sekitar 18-59 tahun. Kemudian yang kedua harus dalam keadaan sehat. Umat melakukan tahap asesmen juga memiliki penyakit penyerta lebih baik tidak datang ke misa tatap muka," tandas Susyana.

Sebanyak 12 gereja di Jakarta Pusat melaksanakan ibadat Natal tatap muka. Polisi memastikan pelaksanaan ibadat misa Natal di 13 gereja tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan dan kapasitas hanya 20 persen.

"Ada 12 gereja yang melaksanakan ibadat tatap muka. Tadi malam kita sudah lakukan pengecekan, mereka melaksanakan protokol kesehatan, isinya maksimal 20 persen dari kapasitas yang ditentukan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto saat dihubungi detikcom, Jumat (25/12).

Kegiatan ibadat tatap muka di gereja-gereja hanya diisi 20 persen dari kapasitas. Selebihnya mengikuti ibadat secara online yang disediakan oleh pihak gereja.

"Seperti Katedral yang kapasitasnya 2.000 (jemaat) hanya laksanakan 250 (jemaat), kemudian Immanuel hanya melaksanakan 50 orang, yang lainnya daring. Ini cukup efektif, karena gereja-gereja kan sejak COVID-19 kan ditutup dan mereka laksanakan ibadat online. Mereka menaati aturan gereja sendiri dan benar-benar aman," sambung Heru.

(mea/mea)