Usai Fit and Proper Test, FPDIP Cenderung Menolak Djoko
Kamis, 02 Feb 2006 11:42 WIB
Jakarta - Keputusan Komisi I DPR menyangkut hasil fit and proper test calon Panglima TNI diperkirakan tidak akan bulat. Ada kecenderungan FPDIP menolak pengajuan nama Marsekal TNI Djoko Soeyanto sebagai calon Panglima TNI."Kami pasti akan membuat catatan yang mengarah pada penolakan. Karena calon tidak well performance. Sikapnya terlalu normatif," kata anggota FPDIP Effendy Simbolon di sela-sela rapat Komisi I, Gedung Nusantara II DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/2/2006). Sikap yang mengarah pada penolakan ini, menurut Effendy Simbolon, karena calon yang bersangkutan dinilai tidak cukup baik performancenya, baik dalam segi menjelaskan substansi persoalan maupun respons menjawab berbagai persoalan faktual.Menurut Effendy, dari perbincangan sesama anggota Komisi I DPR terlihat arah penolakan terhadap calon Panglima TNI. Namun demikian, keputusan akhir akan ditentukan setelah rapat internal yang membahas hasil fit and proper test. "Ada catatan yang kurang. Tapi nanti, ini masih alot," tambah Effendy.Meskipun demikian, Effendy Simbolon mengatakan, FPDIP akan menghormati keputusan apa pun yang akan dihasilkan Komisi I termasuk jika akhirnya Komisi I menyetujui Djoko Soeyanto sebagai Panglima TNI."Kita tidak akan menghambat. Kita akan menghormari keputusan apa pun. Saat ini masih berlangsung perdebatan mengenai perlunya kembali Djoko Soeyanto untuk melakukan pendalaman lebih lanjut atau cukup satu hari kemarin untuk pendalaman," katanya.Pukul 11.25 WIB rapat Komisi I di skors selama 10 menit untuk memberikan kesempatan kepada fraksi-fraksi mengambil keputusan, apakah akan memanggil kembali calon Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto, tidak perlu memanggil dan langsung mengambil keputuisan atau opsi ketiga meminta Djoko memberikan jawaban tertulis.
(jon/)











































