Muat Kartun Nabi Muhammad, Ganti Tabloid Prancis Diprotes
Kamis, 02 Feb 2006 11:34 WIB
Jakarta - Masalah 12 gambar kartun Nabi Muhammad di Denmark telah tuntas setelah koran yang memuatnya, Jyllands-Posten, meminta maaf akhir pekan lalu. Tapi 12 kartun itu kini malah dimuat ulang oleh tabloid France-Soir, yang terbit di Prancis. Jadinya, ganti Muslim Prancis yang protes.Dalil Boubakeur, presiden Dewan Muslim Prancis, menggambarkan pemuatan kartun di negeri dengan penduduk Muslim sebanyak 5 juta orang itu sebagai provokasi. Sedangkan pemimpin Muslim lainnya menyebut penerbitan kartun itu sebagai upaya France-Soir untuk memecahkan masalah keuangannya di atas punggung kaum muslim Prancis. Tabloid France-Soir menyatakan, pihaknya memuat kartun Nabi Muhammad yang sebelumnya dilansir Jyllands-Posten untuk menyumbang perdebatan di dunia tentang bagaimana menyeimbangkan demokrasi dan kebebasan berekspresi. Demikian dilansir Independent Online, Kamis (2/2/2006).12 Gambar kartun itu sebelumnya telah memicu kemarahan sejumlah negara Islam. Menggambarkan Nabi Muhammad dalam bentuk apa pun adalah haram bagi dunia Islam. Dari 12 kartun itu, ada 3 gambar yang paling dianggap menghina, yaitu penggambaran Nabi Muhammad dengan kekerasan.Sebagai bentuk protes, Arab Saudi dan Libya menarik duta besarnya dari Kopenhagen, Denmark. Demonstrasi besar-besaran juga terjadi di Palestina. France-Soir menyatakan, sejumlah gambar kartun itu bisa jadi bernada menghina atau memiliki rasa yang buruk. Tapi tidak ada dogma agama yang dapat memaksanakan diri di masyarakat demokratis dan sekuler.Jean-Baptiste Mattei, jubir Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan, pemerintah tidak turut campur atas kasus penerbitan kartun itu. Namun dia menegaskan bahwa France-Soir berhak untuk memuatnya. "Keputusan untuk memuat gambar itu adalah tanggung jawab surat kabar itu sendiri," kata Mattei.Prancis memegang tegas prinsip kebebasan pers. Namun, kata Mattei, kasus pemuatan kartun itu seharusnya menjadi contoh semangat toleransi dan penghormatan pada penganut agama.
(nrl/)











































