Kapolda Metro Fokus Cegah Kejahatan Berbasis Komunitas di 2021

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 12:04 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menggelar jumpa pers akhir tahun 2020
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menggelar jumpa pers akhir tahun 2020. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menyebut jumlah tindak pidana (crime total) yang terjadi di wilayah Jadetabek pada 2020 mengalami penurunan dibanding pada 2019. Menurunkan angka kejahatan adalah salah satu upaya Polda Metro Jaya untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Tetapi, menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, mencegah kejahatan terjadi lebih penting. Hal itu diungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam jumpa pers akhir tahun di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

"Untuk meningkatkan kepercayaan (publik), salah satunya memang adalah dengan menurunkan angka kejahatan. Kita jangan berpikir bagaimana mengungkap kejahatan itu, tetapi bagaimana mencegah supaya tidak terjadi kejahatan," kata Fadil Imran.

"Adalah salah kalau kita berpikir kalau kepercayaan itu akan muncul manakala masyarakat atau pelaku kejahatan kita tangkap. Sejatinya trust itu akan meningkat manakala tidak terjadi kejahatan," sambung mantan Kapolda Jawa Timur ini.

Karena itu, resolusi Fadil Imran dalam memelihara kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada 2021 adalah mencegah kejahatan berbasis komunitas.

"Jadi upaya yang akan saya lakukan ke depan, di tahun 2021, adalah bagaimana meningkatkan upaya-upaya pencegahan kejahatan berbasis komunitas," ucap Fadil Imran.

Di samping tentunya penggunaan teknologi yang mampu mengawasi Ibu Kota selama 24 jam menjadi sangat penting dalam upaya mencegah timbulnya kejahatan berbasis komunitas tersebut.

"Ini akan menjadi sangat ampuh karena, community partnership, community mobilization akan bekerja di samping tentunya penggunaan teknologi agar Kota Jakarta ini, yang luasnya dan penduduknya luar biasa, bisa diawasi 1x24 jam dengan menggunakan teknologi," tuturnya.

Fadil Imran menambahkan, mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan merupakan suatu kebanggaan bagi personel Polri. Akan tetapi, menurutnya, lebih penting mencegah timbulnya korban kejahatan.

"Menangkap pelaku kejahatan adalah satu kebanggaan, tapi mencegah orang tidak menjadi korban kejahatan merupakan suatu kemuliaan," lanjutnya.

Lebih lanjut Fadil Imran menyebut situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama kurun waktu 2020 kondusif. Salah satu indikatornya adalah berbagai permasalahan sosial dan kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dapat diselesaikan dengan baik.

"Demikian juga kasus-kasus yang menjadi perhatian masyarakat dapat dikelola dan diselesaikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas dan kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar," kata Fadil Imran.

Fadil Imran menyebutkan jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami penurunan sebanyak 2.290 kasus atau sebesar 7 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan penyelesaian tindak pidana (crime clearance) yang justru mengalami kenaikan sebesar 2.385 kasus atau sebesar 7 persen.

(mei/mei)