Gojek Mulai Tanam Ribuan Mangrove dari Penyerapan Jejak Karbon

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 16:27 WIB
Diluncurkan bulan September lalu fitur serap jejak karbon dari Gojek, GoGreener Carbon offset memasuki babak baru setelah berhasil mencapai target penanaman pohon fase pertamanya.
Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

Diluncurkan bulan September lalu fitur serap jejak karbon dari Gojek, GoGreener Carbon offset memasuki babak baru setelah berhasil mencapai target penanaman pohon fase pertamanya. GoGreener carbon offset sendiri merupakan kolaborasi Gojek dengan Jejak.in, alumni akselerator startup Gojek Xcelerate batch 4 yang fokus pada sektor lingkungan.

Gojek mulai melakukan tahap penanaman ribuan mangrove di wilayah konservasi mangrove Bontang, Demak dan DKI Jakarta. Hal ini dilakukan dalam upaya melanjutkan komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi manusia dan lingkungan hidup.

"Penanaman ribuan pohon mangrove di fase pertama GoGreener Carbon Offset Gojek menegaskan komitmen kami untuk menggunakan teknologi dalam upaya-upaya menjaga lingkungan hidup," ujar Head of Sustainability Gojek Tanah Sullivan dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2020).

Tanah mengatakan melalui GoGreener Carbon Offset yakni fitur Serap Jejak Karbon yang pertama di industri ride-hailing dunia, pihaknya juga akan terus berupaya memudahkan penggunanya untuk menjalani gaya hidup peduli terhadap lingkungan.

"Tentunya, Gojek akan terus berinovasi untuk dapat mengakomodir kebutuhan para pelanggan dan semakin memudahkan mereka untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan," imbuh Tanah.

Diketahui fitur baru GoGreener Carbon Offset di aplikasi Gojek memudahkan pengguna untuk menyerap jejak karbon (carbon footprint) yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Fitur ini telah tersedia melalui shuffle card GoGreener Carbon Offset pada aplikasi Gojek.

Fitur ini juga disebutkan menggunakan metode perhitungan kalkulator karbon ilmiah yang merujuk pada IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) dan sesuai rekomendasi oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK), sehingga konversi kebutuhan jumlah pohon untuk menyerap jejak karbon sangat akurat dan diakui oleh pemerintah Indonesia.

Seluruh proses GoGreener Carbon Offset mulai dari menghitung jejak karbon, memilih lokasi penanaman, hingga melakukan pembayaran dengan GoPay - dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Gojek, tanpa harus berpindah-pindah platform.

Diluncurkan bulan September lalu fitur serap jejak karbon dari Gojek, GoGreener Carbon offset memasuki babak baru setelah berhasil mencapai target penanaman pohon fase pertamanya.Gojek Mulai Tanam Ribuan Mangrove dari Penyerapan Jejak Karbon Foto: Dok. Gojek

Pengguna dapat menghitung jejak karbon yang dihasilkan dan kemudian mengkonversikannya menjadi penanaman sejumlah pohon untuk penyerapan karbon tersebut. Untuk memastikan transparansi, pengguna dapat mengakses monitoring dashboard untuk memantau foto dan pertumbuhan pohon, serta data lainnya seperti diameter dan tinggi pohon. Menurut Tanah, transparansi sangat penting dalam upaya membentuk perilaku baru guna mengubah gaya hidup.

"Kami tidak ingin masyarakat hanya mencoba fitur ini, menyerap jejak karbon mereka melalui penanaman sejumlah pohon, lalu berhenti di situ. Melalui GoGreener Carbon Offset, kami ingin fitur ini menjadi bagian dari keseharian mereka untuk mengadopsi perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Hal ini yang mendorong kami untuk menghadirkan inovasi yang mudah digunakan, sederhana, tetapi juga efektif," jelasnya.

Adapun penanaman pohon dilakukan oleh mitra konservasi GoGreener Carbon Offset, yaitu Lindungi Hutan, yang bersama para mitra petani akan melakukan penanaman, proses pemantauan dan pelaporan pertumbuhan pohon. "Gojek juga melakukan pemberdayaan petani lokal untuk memastikan pertumbuhan pohon yang sehat serta keberlanjutan program," imbuhnya.

Senada dengan Tanah, Founder dan CEO Jejak.in Arlan Arfanda juga menegaskan para petani lokal memiliki peran krusial dalam memastikan pertumbuhan pohon yang telah ditanam.

"Saat ini, kami memanfaatkan platform karlon serta teknologi QR untuk memantau pertumbuhan pohon. Dengan merangkul para petani untuk lebih memanfaatkan teknologi dalam mengumpulkan data di lapangan bukan hanya memudahkan kita dalam merawat pohon, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan sektor pertanian di era digital."

Para petani lokal tersebut akan dibimbing untuk memantau dan merawat pohon yang telah ditanam oleh pelanggan Gojek. Selain itu, bersama Jejak.in dan pelaku konservasi Lindungi Hutan, Gojek juga akan melakukan serangkaian program edukasi serta pelatihan untuk mengembangkan keahlian para petani lokal sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi digital guna merawat pohon mangrove yang lebih efektif.

"Dari inovasi produk yang Gojek luncurkan september 2020 lalu, kami senang bisa menginspirasi pelaku sektor swasta lainnya untuk mengikuti langkah kami dalam mendorong upaya-upaya peduli lingkungan," pungkasnya.

(akn/ega)