Dana Terbatas, Pembangunan TNI Andalkan APBN
Kamis, 02 Feb 2006 07:57 WIB
Jakarta - TNI dituntut untuk terus mengembangkan dan memodernisasi diri. Namun hal ini tak mudah, TNI selalu dalam keterbatasan dana dan alat utama sistem persenjataan (alutsista). KSAU Marsekal TNI Djoko Soeyanto berpendapat, sebab TNI sudah tidak diarahkan untuk berbisnis, maka pemenuhan kebutuhan TNI hanya mengandalkan APBN. "Pemenuhan kebutuhan TNI mengikut APBN. Ini harus diperjuangkan, kita tidak bisa membuat terobosan lain untuk mencari anggaran," seusai uji kelayakan di Komisi I DPR RI, Kamis (2/2/2006).Sementara, Djoko berjanji apabila terpilih sebagai Panglima TNI, maka terobosan yang akan dilakukannya adalah membuat skala prirotas dalam pengelolaan anggaran. Namun, Djoko akan menyeimbangkan alutsita dan kesejahteraan personel."Alutsista dan kesejahteraan harus seimbang, yang penting kita tidak boleh ketinggalan teknologi persenjataan," imbuhnya.Dalam pemenuhan kebutuhan TNI, ada mindset yang harus diubah, selama ini pemenuhan kebutuhan mengandalkan pihak ketiga, yakni tambahan biaya. "Kita akan terbitkan price list untuk dijadikan pedoman," tambahnya.Djoko melihat negara tetangga memiliki militer kuat karena dukungan perekonomian yang juga kuat. Karenanya, ia meminta masyarakat untuk ikut terlibat dalam pembangunan TNI."Pembangunan TNI jangan diserahkan sepenuhnya kepada TNI, tapi juga ada kontribusi seluruh masyarakat," ujarnya.Ditegaskan dia, komitmen untuk melakukan reformasi di tubuh TNI. Reformasi tersulit bagi dia adalah merubah kultur, sehingga harus ada proses yang kontinu. "Reformasi TNI harus terus dikawal oleh masyarakat," tandasnya.
(wiq/)











































