Pakar Gesture Soal Jaket Biru Menteri Baru Jokowi: Simbol Kerja Keras

ADVERTISEMENT

Pakar Gesture Soal Jaket Biru Menteri Baru Jokowi: Simbol Kerja Keras

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 18:05 WIB
Jokowi kenalkan menteri baru (Screenshot YouTube Setpres RI).
Foto: Jokowi kenalkan menteri baru (Screenshot YouTube Setpres RI).
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan jajaran menteri barunya. Para menteri ini memakai jaket (hoodie) berwarna biru. Apa maknanya menurut pakar gesture?

Mulanya, pakar gestur, Handoko Gani memaparkan tentang sejarah singkat hoodie yang dinamis.

"Sebetulnya kalau kita searching history (sejarah) tentang hoodie, hoodie itu awalnya digunakan oleh para pendeta ya. di zaman Romawi dan Yunani 3.000 tahun yang lalu," ujar Handoko kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Dia kemudian menjelaskan bahwa dalam perkembangannya, hoodie menjadi pakaian yang kerap digunakan oleh kaum perempuan, kaum pekerja hingga artis hip hop. Bahkan, menurut Handoko, hoodie pun akhirnya dipakai oleh para CEO. Hoodie menjadi simbol soal sesuatu yang casual dan sederhana.

"Simbol dari casual, simplity, pekerja keras dan kreatifitas," ujarnya.

Dari simbol-simbol ini, Handoko menghubungkannya dengan gestur para menteri yang baru di hadapan Jokowi.

"Kalau ini kita gabungkan dengan salam para menteri yang nunduk dulu a la salam Jepang, menghadap presiden dan wakil presiden tangan seperti menghormat, itu kalau dipadukan itu semua, dari fashion dan gestur kita menemukan simbol penting. Pertama tetap bekerja keras, berpikir dingin," ungkapnya.

Selain itu, Handoko menilai ini simbol agar para menteri yang baru tetap hangat kepada rakyat.

"Tetapi sisi lain tetap hangat kepada masyarakat, rakyat. Hoodie itu pakaian yang menyatukan berbagai kalangan. Jadi dengan kata lain para menteri ini bisa merangkul semua pihak," tuturnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres Bey Machmudin mengatakan makna penggunaan jaket adalah berbahan nyaman dan melindungi dari basah jika kehujanan. Para menteri diharapkan bisa bekerja kapan saja.

"Jaket itu bahannya enak, lalu kalau panas tidak membuat keringat, kalau hujan tidak membuat basah. Artinya, setiap orang yang menggunakan tidak masalah dalam cuaca apa pun. Jadi maksudnya, menteri kerja kapan saja dalam suasana kapan saja siap bekerja," kata Bey saat dihubungi, Selasa (22/12/2020).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT