30 Tahun Mengabdi di Polri Jadi Alasan Meringankan Vonis Brigjen Prasetijo

ADVERTISEMENT

30 Tahun Mengabdi di Polri Jadi Alasan Meringankan Vonis Brigjen Prasetijo

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 16:35 WIB
Brigjen Prasetijo Utomo jalani sidang dakwaan perkara suap dari Djoko Tjandra. Dalam sidang itu, Prasetijo didakwa terima suap Rp 2,1 miliar dari Djoko Tjandra.
Brigjen Prasetijo Utomo (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Brigjen Prasetijo Utomo divonis 3 tahun penjara karena terbukti bersalah membuat surat jalan palsu untuk Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Hakim pun dalam menjatuhkan vonis mempertimbangkan hal meringankan dan memberatkan untuk Prasetijo.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Prasetijo Utomo telah terbukti melanggar tindak pidana menyuruh melalukan, pemalsuan secara berlanjut," ujar hakim ketua Muhammad Sirat, saat membacakan surat putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020).

"Dan melakukan tindak pidana membiarkan orang yang dirampas kemerdekaannya, melarikan diri secara teratur dalam dakwaan kedua. Dan melakukan tindak pidana setelah melakukan kejahatan dengan maksud untuk menghancurkan benda-benda dengan mana tindak pidana dilakukan secara bersama-sama dalam dakwaan ketiga," tambah hakim Sirat.

Adapun hal memberatkan untuk Prasetijo adalah mengeluarkan surat palsu sebanyak dua kali. Prasetijo juga dianggap tidak merasa bersalah dan menyesali perbuatannya.

"Hal memberatkan, terdakwa telah menggunakan surat palsu tersebut sebanyak 2 kali tanggal 6 Juni, dan 8 Juni 2020. Perbuatan terdakwa dapat membahayakan masyarakat dengan melakukan perjalanan tanpa melakukan pemeriksaan kesehatan," kata hakim anggota Sutikna saat membacakan pertimbangan.

Dia mengatakan Prasetijo sama sekali tidak menyesal atas perbuatannya. Prasetijo juga dinilai tidak menjalankan amanat sebagai anggota Polri.

"Terdakwa tidak merasa bersalah dan menyesali perbuatan, terdakwa sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri seharusnya bisa mengemban amanat dalam menjalankan tugasnya," kata Sutikna.

Untuk hal meringankan, Prasetijo dianggap sopan selama sidang. Pengabdian Prasetijo sebagai anggota Polri selama 30 tahun juga salah satu hal meringankan.

"Terdakwa sopan di persidangan, terdakwa 30 tahun mengabdi sebagai Polri," tegas hakim Sutikna.

Brigjen Prasetijo dinyatakan bersalah melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1, dan Pasal 426 ayat 1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP ayat 1, serta Pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Brigjen Prasetijo juga dinilai menyalahgunakan kewenangannya karena membantu Djoko Tjandra. Hakim mengatakan seharusnya Prasetijo selaku Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri tidak membantu Djoko Tjandra karena seorang terpidana.

"Menimbang berdasarkan fakta sidang saksi Joko Soegiarto Tjandra dan saksi Anita, Djoko Tjandra datang ke Jakarta untuk mengajukan upaya hukum. Menimbang bahwa terdakwa menyalahgunakan kewenangannya untuk membuat surat jalan, surat COVID, dan surat rekomendasi. Berdasarkan fakta hukum yang dikaitkan pembuktian, maka unsur dengan sengaja membiarkan melepaskan orang telah terpenuhi," kata hakim.

Sementara itu, terkait peristiwa pembakaran surat palsu yang dilakukan oleh Brigjen Prasetijo. Hakim menilai perbuatan Prasetijo salah karena berusaha menghilangkan barang bukti dan menghalangi penyidikan.

"Menimbang rangkaian perbuatan terdakwa menutup menghalangi penyidikan terkait pembakaran surat sebagai barang bukti di sini terungkap di sidang bahwa terdakwa menghubungi saksi Joni dan memerintahkan pembakaran surat, dan ada pembuktian saksi Joni diperkuat berupa foto yang memperlihatkan sisa-sisa pembakaran di HP saksi Joni setelah mendapat perintah, sehingga unsur menghalangi penyidikan telah terpenuhi," kata hakim.

(zap/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT