BNI Berdayakan Para Wanita Pelaku UMKM di Hari Ibu 2020

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 14:20 WIB
BNI
BNI melalui Rumah BUMN mengajak anak-anak panti asuhan untuk membuat, menghias, dan melakukan packaging kue dalam rangka Hari Ibu (Foto: Dok. BNI)
Jakarta - Hari Ibu 2020 merupakan momentum untuk melihat kembali daya tahan perekonomian keluarga di Indonesia untuk menghadapi tekanan pandemi COVID-19. Para ibu merupakan sumber energi utama dari perekonomian keluarga,

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperingati Hari Ibu sekaligus dengan perayaan Natal 2020 dengan tema 'Damai Natal Bersama Kasih Ibu dan Santa'. Perayaan Hari Ibu kali ini difokuskan di Rumah BUMN yang dikelola BNI. Di dalam Rumah BUMN tersebut para wirausahawan kecil dan mikro mendapatkan kesempatan mengembangkan bisnis mereka, terutama untuk menembus pasar yang lebih luas.

Pada peringatan Hari Ibu, para pengusaha binaan BNI di Rumah BUMN yaitu Ibu- Ibu yang memproduksi berbagai panganan/ kudapan khas di masing-masing daerah diberdayakan. Panganan yang mereka produksi,

didistribusikan BNI kepada umat Nasrani di Panti Asuhan dan Panti Wreda yang merayakan Natal 2020 dalam kerangka Program BNI Berbagi.

Terdapat 10 Rumah BUMN (RB) yang diikutsertakan dalam program ini, yaitu RB Nias Selatan, RB Jayapura, RB Raja Ampat, RB Sumba Barat Daya, RB Sumba Tengah, RB Belu, RB Katingan, RB Sleman, RB Pontianak, dan RB Bekasi.

Untuk memperkenalkan jiwa wirausaha sejak dini, BNI melalui Rumah BUMN mengajak anak-anak dari panti asuhan untuk belajar membuat kue, menghias dan mengemas produk key, sehingga mereka mendapatkan kesempatan yang positif sebagai bekal di masa depan.

Corporate Secretary BNI Mucharom menuturkan pada saat pandemi ini, beberapa sektor ekonomi mengalami penurunan. Sektor UMKM, termasuk yang dirintis dan dimotori para ibu, menjadi salah satu tumpuan pemulihan ekonomi di tingkat paling bawah yang patut mendapatkan perhatian. Hal tersebut menjadikan para ibu garda depan perekonomian dan tiang keluarga dalam menahan tekanan dampak COVID-19.

"Peran seorang Ibu itu semakin multitasking, selain menjadi ibu rumah tangga yang membesarkan anak di rumah, mengurus rumah agar nyaman bagi seluruh anggota keluarga, kini Ibu pun bisa menjadi bagian dari tulang punggung dan garda terdepan ketahanan ekonomi keluarga. BNI pun ingin berperan banyak seperti itu, berperan seperti yang dilakukan oleh banyak ibu di Indonesia," ujar Mucharom dalam keterangan tertulis, Selasa (22/12/2020).

Salah satu cerminan ibu perkasa penggerak perekonomian keluarga dan sekitarnya yakni Sri Mila Hardiana, pelaku usaha Tenun Sukarara. Ia mengaku tergerak untuk membangkitkan ekonomi orang-orang di sekitarnya, khususnya para wanita.

"Saya bersyukur, dapat membantu wanita-wanita lain di sekitar saya untuk menjadi pengrajin dan membantu perekonomian keluarga mereka," kata Mila.

Heri Rusmiyati, pelaku usaha Herviolet menimpali, di saat pandemi, seorang wanita perlu lebih kreatif dalam memenuhi kebutuhannya dan juga harus peka pada kebutuhan masyarakat terdekat.

"Kami terus belajar dan menyesuaikan dengan keadaan, agar dapat terus bertahan," ungkapnya.

Sementara itu, Nita dari Nita's Pattiserie mendapatkan berkah dari usaha Cake & Bakery nya baik saat Idul Fitri atau Natal usahanya tetap mendapatkan respon positif dari masyarakat.

(akn/ega)