Pendaftaran Ditutup, Pelamar BPS DIY Kecewa

Pendaftaran Ditutup, Pelamar BPS DIY Kecewa

- detikNews
Rabu, 01 Feb 2006 18:42 WIB
Yogyakarta - Gara-gara pendaftaran ditutup lebih awal, puluhan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kecewa. Mereka minta pendaftaran tetap buka sampai batas akhir, Sabtu (4/2/2006).Akibatnya, para pelamar hingga Rabu (1/2/2006) siang tetap bertahan di kantor BPS DIY, Jalan Brigjen Katamso No. 23 Yogyakarta. Mereka menunggu hingga ada penjelasan resmi dari pihak kepala kantor BPS. Ditutupnya kantor ini tanpa penjelasan resmi dari BPS DIY. Pada bagian loketpendaftaran/penerimaan berkas hanya terpasang tulisan "pendaftaran CPNS BPS sudah tutup" di atas kertas putih. Seorang pelamar, Prima Nursanti mengaku kecewa dengan ditutupnya loket pendaftaran ini. Padahal dia sudah datang jauh-jauh bersama kerabatnya dari Parakan-Temanggung. "Saya sudah datang pagi pukul 09.00 WIB, tapi saat mau mendaftar dan menyerahkan berkas-berkas lamaran, malah ditolak oleh panitia dengan alasan pendaftaran sudah ditutup," aku Prima kepada detikcom, Rabu (1/2/2006). Prima menambahkan, tak hanya dirinya saja yang kecewa, tapi ada sekitar 50-an pelamar yang hendak menyerahkan berkas-berkas lamaran. Walau memaksa petugas BPS, mereka pun tidak juga mendapatkan jawaban yang memuaskan. "Ini jelas sangat aneh karena pengumuman yang dibuat oleh kantor BPS sendiri menyatakan batas akhir pendaftaran baru ditutup 4 Februari nanti," kata perempuan lulusan Fakultas Ekonomi sebuah PTN di Yogyakarta ini.Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Kantor BPS Provinsi DIY, Saduki justru berkilah soal penutupan pendaftaran ini. "Sebenarnya sudah ada pengumuman susulan dari Jakarta yang dikeluarkan 27 Januari 2006 lalu," imbuh dia. Pengumuman itu menyatakan, kuota pendaftar sudah terpenuhi, sehingga pendaftaran boleh ditutup meski waktu pendaftaran belum berakhir. Namun karena terbatasnya petugas, pengumuman itu pun tidak terpasang. "Kuota sebanyak 300 pelamar sudah terpenuhi, ya kami tutup. Pengumuman itu sebenarnya sudah ada, hanya saat ini belum ditempel," tandas Saduki. (wiq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads