KAI Prediksi Puncak Lonjakan Penumpang Libur Natal-Tahun Baru 23-24 Desember

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 21 Des 2020 12:17 WIB
Corporate Secretary PT KAI Dadan Rudiansyah (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Foto: Corporate Secretary PT KAI Dadan Rudiansyah (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

PT KAI memprediksi lonjakan penumpang kereta api jarak jauh pada libur Natal dan tahun baru 2021. PT KAI memperkirakan lonjakan penumpang terjadi pada 23-24 Desember 2020.

"Menurut perkiraan kami itu untuk puncaknya yaitu tanggal 23 sampai 24 Desember," ungkap Corporate Secretary PT KAI Dadan Rudiansyah saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Senin (21/12/2020).

Meski begitu, Dadan tidak bisa membandingkan jumlah kenaikan penumpangnya. Namun ia memastikan jumlah penumpang di Stasiun Pasar Senen hari ini lebih rendah dibanding hari kemarin.

"Oh iya ini kalau kenaikan ini mungkin tidak bisa kita bandingkan. Jadi kalau dilihat dari data yang ada dari beberapa hari terakhir mulai dari tanggal 18 (Desember) tentunya baru ini hari ke keempat ya hari keempat. Hari ini lebih rendah dibanding hari kemarin," terangnya.

Selain itu, armada kereta api yang diturunkan tiap harinya juga selalu berubah-ubah. Jumlah kereta api yang dioperasikan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Jadi misalnya untuk hari ini itu lebih rendah dibandingkan kemarin hari Minggu. Kalau hari kemarin Minggu itu ada 72 KA sekarang hanya 68 KA. Jadi menyesuaikan ya," tandas Dadan.

Sebelumnya, PT KAI akan menerapkan syarat perjalanan dengan menunjukkan hasil negatif rapid tes antigen. Syarat ini berlaku untuk kereta api jarak jauh mulai 22 Desember 2020 - 8 Januari 2021.

Aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 No 3 Th 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi COVID-19 dan Surat Edaran Kemenhub No 23 Th 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian Selama Masa Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi COVID-19.

"KAI mematuhi seluruh aturan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 melalui moda transportasi kereta api," ujar Dadan Rudiansyah.

Pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen negatif COVID-19 yang berlaku selambat-lambatnya tiga hari sebelum tanggal keberangkatan (H-3).

Adapun untuk perjalanan KA Jarak Jauh di Pulau Sumatera, pelanggan diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test Antibodi Non Reaktif atau Tes PCR Negatif COVID-19 yang berlaku selambat-lambatnya 14 hari sebelum tanggal keberangkatan (H-14). Adapun syarat-syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan KA Jarak Jauh dengan usia di bawah 12 Tahun.

(isa/isa)