Wisuda XIX UMN: Perdana Luluskan Magister dengan Teknologi AR

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 21 Des 2020 08:05 WIB
UMN
Foto: UMN
Jakarta -

Universitas Multimedia Nusantara kembali menyelenggarakan Wisuda pada Sabtu (19/10) secara daring. Mengusung tema 'Menjadi Insan Kreatif di Tengah Pandemi', UMN meluluskan 376 wisudawan di Wisuda UMN XIX, termasuk di antaranya lulusan pertama Magister Manajemen, Sarjana Teknik Fisika, dan Sarjana Teknik Elektro. Inovasi augmented reality yang mampu menghadirkan interaksi Rektor dengan wisudawan juga kembali digunakan.

Wisuda XIX UMN diselenggarakan secara virtual menggunakan platform zoom meeting dan disiarkan secara langsung melalui channel Youtube Universitas Multimedia Nusantara. Dimulai pukul 08.00 WIB, wisuda berjalan dengan lancar hingga selesai pukul 12.00 WIB. Suasana haru dan bahagia terlihat dari wajah-wajah wisudawan yang sebagian besar didampingi orang tua dari rumah masing-masing. Di akhir acara, Andy F Noya dihadirkan untuk memberikan motivasi kepada wisudawan.

UMN Luluskan Magister Manajemen, Sarjana Teknik Fisika, dan Sarjana Teknik Elektro Angkatan Pertama

Pada kesempatan wisuda kali ini, secara perdana UMN meluluskan 23 mahasiswa Magister Manajemen Teknologi (MMT) angkatan pertama. UMN menjadi universitas swasta pertama di Indonesia yang membuka program MMT yang dapat ditempuh dalam satu tahun masa studi.

Salah satu wisudawan MMT UMN angkatan pertama Arief Setyadi Hernawa mengaku ilmu yang diberikan saat menempuh masa studi sangat bermanfaat dalam mengembangkan strategi manajemen teknologi di tempatnya bekerja.

"Ilmu dari jurusan Magister Manajemen Teknologi ini sangat mendukung untuk dapat melakukan pengelolaan inovasi dan teknologi terkini yang dikombinasikan dengan aspek wirausaha yang memang sangat dibutuhkan di bidang industri saat ini. Selain itu, program MMT UMN sangat cepat karena dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun," jelas Arief dalam keterangan tertulis, Senin (21/12/2020).

Arief juga mengaku merasa senang karena banyak terfasilitasi selama menempuh masa studi di MMT UMN.

"Dosen di MMT UMN sangat berkompeten dan sering dihadirkan dosen tamu baik dari dalam maupun luar negeri yang merupakan praktisi di dunia Industri yang related dengan ilmu yang dipelajari di MMT, hal ini membuat saya sangat bangga karena dapat bertemu teman-teman baru yang merupakan profesional dari berbagai bidang industri untuk bertukar pikiran dan mengembangkan wawasan," ujarnya.

Selain meluluskan wisudawan MMT UMN angkatan pertama, pada wisuda kali ini UMN juga meluluskan sarjana prodi Teknik Fisika dan Teknik Elektro angkatan pertama. Prodi Teknik Fisika UMN berfokus pada energy management. Gedung berpredikat hemat energi yang dimiliki UMN - yang telah meraih penghargaan tingkat nasional maupun internasional - akan menjadi nilai bonus pengalaman pembelajaran sebagai living laboratory bagi lulusan Teknik Fisika UMN.

Sementara itu, Teknik Elektro UMN berfokus pada industrial automation yang disiapkan agar mampu merancang berbagai instrumen elektronik dan mekanik, teknik kendali dan pemrograman komputer untuk berfungsi secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Lulusan Teknik Fisika Pertama Ananda Karuna Jaya sekaligus berhasil menyandang predikat Cendekia Utama pada Wisuda XIX kali ini. Prestasi ini diraih karena Ananda aktif di berbagai organisasi di UMN dan kerap mewakili UMN dalam perlombaan tingkat nasional.

"Untuk saya sendiri di prodi Teknik Fisika merasa sangat terbantu dengan gedung-gedung di UMN. Dari gedung A sampai D bisa dijadikan bahan penelitian dan bahkan bisa menjadi jawaban dari tugas-tugas yang dosen berikan. Praktikum tidak perlu repot-repot keluar kampus untuk mencari gedung hemat energi gedung New Media Tower (C) dan Gedung PK Oyong Jakob Oetama (D) bisa dijadikan lokasi praktikum itu sendiri," ujar Ananda.

Ia juga mengungkapkan kesannya selama berkuliah di UMN. Menurutnya, lingkungan di UMN dan nilai 5C yang ada di UMN menjadi faktor pendukung prestasinya.

"Lingkungan di UMN sangat mendukung, dimulai dari fasilitas, dosen, staff dan nilai yang diterapkan oleh UMN itu sendiri yaitu 5C yang membedakan UMN dengan kampus lainnya. Selama berkuliah suasana lingkungannya sangat sejuk dan nyaman. Jadi tidak heran UMN mendapat penghargaan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan seperti salah satunya yang baru-baru ini adalah menjadi The Most Sustainable Private University di Jakarta berdasarkan UI GreenMetric," ungkapnya.

Pada periode Wisuda XVIII ini, juga terpilih sembilan wisudawan terbaik yang mewakili masing-masing prodi, di antaranya Jason Kristanto dari prodi Informatika, Peter Liuwandy dari prodi Sistem Informasi, Andrew Tjanadi dari prodi Teknik Komputer, Dimas Faried Arief Putra dari prodi Teknik Elektro, Ananda Karuna Jaya dari prodi Teknik Fisika, Christofer Felix dari prodi Ilmu komunikasi, Natalia Maria Josephine dari prodi Ilmu Komunikasi, Michelle Natasya Azari dari prodi Jurnalistik dan Arief Setyadi Hernawa dari program Magister Manajemen Teknologi.

Gunakan Inovasi Augmented Reality di Wisuda Virtual

Dalam kesempatan wisuda virtual kali ini, Universitas Multimedia Nusantara mengimplementasikan teknologi augmented reality (AR). Sistem AR ini dikembangkan oleh UMN Pictures bekerja sama dengan UMN Documentation selaku tim broadcasting resmi dari wisuda virtual UMN.

Dalam wawancara terpisah, Technical Supervisor dan Acting Manager UMN Pictures Andrew Willis mengatakan muncul masalah kurang terlibatnya wisudawan secara aktif dalam prosesi pelantikan ketika universitas harus melaksanakan wisuda secara daring. Dengan demikian, solusi virtual perlu dicari untuk tetap menghadirkan esensi dari prosesi wisuda yaitu pelantikan pemindahan kuncir toga.

Inisiatif UMN Pictures ini mencoba menghadirkan inovasi dari keterbatasan interaksi antara Rektor dengan para wisudawan. Andrew dan tim membuat proses seremonial pelantikan tetap dilangsungkan secara virtual melalui sarana input berupa layar sentuh.

"Jadi walaupun kita terpisah jarak, tetapi esensi dari pelantikan itu tetap ada. Mahasiswa tetap aktif terlibat dalam pelantikan," ucapnya.

UMN Pictures tidak bekerja sendiri, mereka juga bekerja sama langsung dengan tim UMN Documentation yang menyiarkan wisuda ini. Setelah paham mengenai jalur sistem penyiaran yang dilakukan, tim UMN Pictures mencoba membuat contoh sample system yang mengimplementasi teknologi AR. Setelah sampel tersebut berhasil dicoba, tim UMN Pictures lanjut membuat versi refine dari contoh sampel sebelumnya dan kemudian Teknologi Augmented Reality bisa diimplementasikan dalam Wisuda Virtual UMN XIX ini.

Hadirkan Andy F Noya, Ajak Wisudawan Temukan Lentera Jiwa dan Berguna Bagi Sesama

UMNFoto: UMN

Andy F Noya, seorang jurnalis sekaligus founder BenihBaik.com dihadirkan untuk memberikan motivasi kepada seluruh wisudawan. Andy mengawali dengan kenyataan bahwa 10 tahun yang lalu banyak mahasiswa menderita karena pilihan jurusan pendidikan yang tidak mereka sukai. Banyak mahasiswa masuk jurusan pendidikan yang sebenarnya bukan pilihan jurusan mereka sendiri.

"Sepintas tentu tidak ada yang salah, semua orang tua ingin anak-anaknya sukses dalam pekerjaan, karier, punya pekerjaan bagus, sehingga dengan demikian anak-anaknya akan bahagia. Tetapi antara keinginan orang tua dan realita yang dihadapi anak-anak sering berbeda. Setiap anak punya jalan pikiran sendiri, punya cita-cita sendiri, punya mimpinya sendiri," ungkap Andy.

Kejadian ini membawa Andy bersama Nugie - seorang musisi - memulai sebuah gerakan yang diberi nama Lentera Jiwa yang diambil dari judul lagu yang diciptakan Nugie. Lagu ini bercerita mengenai pengalaman banyak mahasiswa yang menjalani pendidikan yang tidak sejalan dengan cita-cita.

Andy mengajak agar setiap wisudawan untuk menemukan lentera jiwa, yaitu passion, sesuatu yang membuat bahagia pada saat seseorang melakukannya. Lentera jiwa akan membawa setiap orang pada kesuksesan yang tinggal menunggu waktu.

Andy kemudian menyampaikan zaman sudah berubah akibat gelombang industri 4.0. Fenomena kemudian juga ikut berubah, kini seorang dokter bisa merasa nyaman menjadi seorang youtuber, seorang psikolog membuka sebuah kedai kopi, dan seterusnya. Akses pilihan mulai terbuka lebar, banyak anak muda memilih untuk menciptakan lapangan kerja daripada mencari kerja.

Pada kesempatan akses yang terbuka ini, Andy mengajak setiap anak muda untuk menjadi seorang sociopreneurship, agar semakin banyak anak muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial bermodal ilmu yang didapatkan di kampus.

"Melalui kegiatan usaha sosial ini kami ingin agar ilmu yang diperoleh di kampus, ditambah pengetahuan teknologi informasi dan teknologi digital, maka akan semakin banyak anak-anak muda yang dapat melakukan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di sekitar usahanya," ungkap Andy.

Andy berpesan kepada wisudawan agar apapun profesi yang nantinya akan dipilih bisa selalu memiliki dampak sosial dan ekonomi yang bisa didesain sejak awal. Hal ini akan membantu berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan.

"Hidup hanya sekali, untuk itu hidup harus berarti. Dengan ilmu yang sudah di dapat dari UMN, buatlah hidupmu lebih berarti," ungkap Andy.

Sejalan dengan pesan Andy, Rektor UMN Dr. Ninok Leksono M.A. dalam sambutannya juga memberikan motivasi untuk para Wisudawan XIX UMN agar terus bermimpi dan jangan menyerah dengan situasi pandemi saat ini.

"Pesan Pak Rektor, tetap bangun mimpi dan pikirkan cara-cara untuk meraihnya. Justru ketika zaman sulit, lapangan kerja terbatas, jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa. Salah satunya adalah terus menjaga pertemanan, memperluas jaringan kontak," ujar Ninok.

Ninok juga menyampaikan ia dan pimpinan UMN turut mendoakan agar wisudawan XIX UMN meraih masa depan yang sukses.

"Saya dan pimpinan UMN yang lain terus mendoakan Anda semua, semoga Tuhan memberkati dan membukakan jalan sukses untuk masa depan Anda," tutup Ninok.

(ads/ads)