Sebarkan Ajaran Teroris di Medsos, Mahasiswa di Kalsel Dibui 6 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 20 Des 2020 15:41 WIB
Jakarta -

Seorang mahasiswa dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Mahmudiyah Hibbi Abdurrabi (23) dihukum 6 tahun penjara. Hibbi terbukti memviralkan dan menghasut orang-orang lewat media sosial untuk menjadi teroris, termasuk pelaku bom bunuh diri Polresta Medan.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Minggu (20/12/2020). Hibbi awalnya adalah mahasiswa aktif. Namun, pada 2015, ia mulai terpengaruh informasi Daulah Islamiyah.

Hibbi aktif di Facebook dan Telegram untuk mengetahui lebih jauh soal terorisme. Enam bulan membaca propaganda terorisme, Hibbi mulai termakan paham sesat itu.

Pada Oktober 2019, Hibbi terkejut mendengar Abu Bakar Al Baghdadi tewas. Hibbi kemudian menyebarkan berbagai berita terorisme lewat berbagai media sosial.

Selama bergabung dalam grup-grup Telegram khusus pendukung Daulah Islamiyah, Hibbi sering mem-posting berita tentang perkembangan Daulah Islamiyah hingga cara pembuatan bom. Hibbi juga mengajak anggota grup melakukan teror/pengeboman.

Hibbi juga mem-posting foto dan video tentang teroris untuk mengokohkan hati para pendukung Daulah dalam melakukan aksi teror menyerang thogut ataupun anshor thogut dalam rangka mencapai tujuan Daulah Islamiyah, yakni tegaknya Daulah Islamiyah di muka bumi, khususnya di Indonesia.

Puncaknya, tiga orang di grup Telegram itu terhasut dan melakukan bom bunuh diri di Polresta Medan. Pelaku bom bunuh diri itu adalah Ananda Putra Ghubro, Muslim, dan Abu Khoir.

Sepak terjangnya di media sosial tercium Densus 88 sehingga ia ditangkap dan diadili. Di persidangan, tetangga Hibbi menceritakan keseharian Hibbi sangat tertutup, jarang berkumpul dengan warga, dan tidak mengikuti kegiatan warga sekitar, seperti yasinan dan gotong royong. Adapun cara berpakaian Hibbi yaitu bercelana cingkrang dengan baju koko.

PN Jaktim akhirnya menyatakan Mahmudiyah Hibbi Abdurrabbi alias Hibbi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme, sebagaimana dalam dakwaan kesatu.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 tahun," kata ketua majelis hakim Nunsuhaini dengan anggota Yudissilen dan Sutikna.

Majelis menyatakan para ikhwan yang tergabung dalam grup Telegram 'Media Ummah' membahas tentang infak dan sodaqoh kepada para umahat yang ditinggal suaminya karena terlibat kasus terorisme. Ada juga pembicaraan maupun pengiriman video tentang jihad di Suriah dan tutorial pembuatan bahan peledak serta perkembangan kelompok ISIS di Suriah.

"Video baiat mati yang dikirim oleh akun atas nama Utsman Fitrah ke dalam grup 'Media Ummah' dapat menggerakkan orang/kelompok untuk melakukan amaliyah karena baiat mati merupakan baiat yang dilakukan oleh seseorang/kelompok bertujuan untuk mendapatkan mati syahid, dan berdasarkan percakapan yang ada di grup 'Media Ummah' bahwa Ananda Putra Ghubro, Muslim, dan Abu Khoir melakukan baiat mati sebelum melakukan aksi amaliyah di Polresta Medan," ujar majelis hakim dengan bulat.

(asp/dhn)