Mantan Menteri Luar Negeri Slowakia Tulis Buku Tentang Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Des 2020 04:47 WIB
Bertempat di KBRI Bratislava, Slowakia telah diluncurkan buku (soft launcing) “Indonesia: Unity in Diversity.” Buku tersebut ditulis oleh mantan Menteri Luar Negeri Slowakia, Dr. Pavol Demes.
Foto: Peluncuran buku Indonesia: Unity in Diversity di Slowakia (dok.istemewa)
Jakarta -

Bertempat di KBRI Bratislava, Slowakia telah diluncurkan buku (soft launcing) 'Indonesia: Unity in Diversity.' Buku tersebut ditulis oleh mantan Menteri Luar Negeri Slowakia, Dr. Pavol Demes.

Buku Indonesia: Unity in Diversity merupakan hasil kerja sama antara Dr. Pavol Demes dengan KBRI Bratislava, Kementerian Agama RI dan Kemenlu RI. Selain dapat dibaca dalam bentuk cetak, juga dapat diakses pada website KBRI Bratislava, https://kemlu.go.id/bratislava/ dan Virtual Indonesian House, https://indonesianhouse.sk/

Dari keterangan KBRI Bratislava, Sabtu (19/12/2020), buku ini merupakan hasil dokumentasi saat kunjungannya ke Indonesia pada tanggal 12-21 April 2018 yang memotret toleransi dan kerukunan kehidupan beragama serta dialog antar kepercayaan di Indonesia yang dilandasi oleh Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso pada acara peluncuran buku, menyampaikan apresiasi kepada Pavol Demes atas upayanya memperkenalkan kehidupan beragama di Indonesia yang harmonis dan penuh toleransi kepada masyarakat Slowakia. Selain peluncuran buku, diadakan pula pameran foto, dan photo lecture di universitas.

Diharapkan melalui serangkaian kegiatan tersebut, masyarakat Slowakia dapat lebih mengerti dan memahami Indonesia dengan nilai-nilai luhur yang dianut dan akan membawa hubungan kedua negara yang lebih dekat.

Pavol Demes dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada KBRI Bratislava, Kementerian Agama RI dan Kementerian Luar Negeri yang telah memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung kehidupan sosial dan kehidupan antar umat beragama di Indonesia. Kunjungannya ke Indonesia telah merubah sudut pandangnya sebagai orang Eropa atas Islam dan negara berpenduduk muslim terbesar. Ia sangat kagum dengan pencetus Pancasila, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika karena dapat mempersatukan Indonesia yang sangat beragam.

(aik/aik)