Raih 91,57% Suara, Hendi Kalahkan Rekor Jokowi di Pilkada

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 23:01 WIB
Hendrar Prihadi
Foto: Istimewa
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan dirinya telah siap untuk menyiapkan realisasi rencananya untuk Kota Semarang. Hal ini mengingat, dalam Pemilihan Wali Kota Semarang 2020, ia hampir dipastikan mencatat kemenangan.

Soal memimpin Kota Semarang, pria yang akrab disapa Hendi ini menyampaikan dirinya tidak perlu waktu untuk adaptasi karena telah memahami situasi dan kondisi yang ada.

"Alhamdulillah, masyarakat Kota Semarang kembali memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya dan Mbak Ita, untuk melanjutkan pembangunan yang sudah kita upayakan bersama seluruh elemen masyarakat. Insyaallah amanah ini akan Kami bayar dengan kerja bersama menjadikan kota ini semakin hebat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/12/2020).

Selain itu, di periode ini Hendi juga masih berpasangan dengan calon yang sama, yakni Hevearita Gunaryanti Rahayu. Dengan demikian dirinya sudah merasa cocok.

"Jadi karena wakil wali kota saya sudah kenal, dewan juga sudah mendukung dari awal, masyarakatnya juga saya sudah kenal dari beberapa tahun lalu, jadi bisa langsung gas pol," tandasnya.

Dalam Pemilihan Wali Kota Semarang 2020, Hendi meraih suara masyarakat sebesar 91,57%. Angka ini menjadi sejarah baru dalam pemilihan wali kota di Indonesia. Pasalnya, persentase tersebut memecahkan rekor kemenangan Joko Widodo dalam Pemilihan Wali Kota Solo 2010, dengan raihan suara 90,09%.

Selain itu, jumlah suara yang diraih Hendi sebesar 716.805 pemilih juga lebih banyak dibandingkan Pilbup Boyolali 2020 yang memenangkan pasangan Said-Iwan dengan raihan 665.450 suara.

Terkait raihan ini, banyak pihak yang menyebut Hendi dapat menjadi suksesor Joko Widodo ke depan. Namun, Hendi mengaku dirinya masih jauh dari sosok mantan Wali Kota Solo itu, atau pun jika dibandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa ditiru 100%, karena situasi, karakternya juga kan berbeda. Tapi bahwa beliau-beliau membawa makna dalam kepemimpinan saya saat ini, iya," ungkapnya.

Ia juga menyebut dirinya belum bisa menyamai Jokowi, mengingat dirinya saat ini masih belum bisa menahan letupan emosi.

"Apalagi kalau melihat masalah-masalah yang dihadapi oleh Pak Jokowi, waduh kok kayaknya belum bisa, karena masih ada letupan-letupan emosionalnya," pungkasnya.

(mul/ega)