Mahasiswa Makassar 'Ngamuk' di DPRD
Rabu, 01 Feb 2006 15:29 WIB
Makassar - Sekitar 150 orang mahasiswa dari Ikatan Senat Mahasiswa Hukum (Ismahi) Makassar mendatangi kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Rabu (1/2/2006). Selain berorasi, mereka juga menghadang kendaraan dinas dan membakar ban bekas. Aksi para mahasiswa ini dimulai sekitar pukul 11.30 Wita. Dengan mengendarai truk dan sepeda motor, mereka mendatangi kantor dewan rakyat. Mereka memrotes kebijakan pemprov yang hendak meruislag Balai Kesehatan Gigi (BKG) yang merupakan aset Pemprov Sulsel. Para mahasiswa menganggap bahwa ada upaya kongkalikong antara Pemprov Sulsel dan DPRD Sulsel dalam kasus tersebut. "Ruislag kan harusnya tukar tempat saja. Tapi kenapa ada pembayaran ke DPRD Sulsel Rp 650 juta," tutur Saiful Islam, koordinator aksi. BKG memang hendak dipindahkan lantaran lokasi BKG sekarang rencananya akan dibangun menara yang berdekatan dengan Mall Makassar Trade Centre (MTC). Setelah berorasi sekitar 30 menit, para mahasiswa lalu menuntut agar dipertemukan dengan ketua DPRD Sulsel, Agus Arifin Nu'mang. Karena tak diizinkan bertemu, para mahasiswa yang telah menunggu di ruang aspirasi lalu membongkar sejumlah kursi yang ada di ruang tersebut. Sejumlah kursi pun terpental dan terbalik. Seakan tak puas, mahasiswa lalu keluar ke jalan. Sambil membakar ban bekas, mereka lalu menghadang sebuah mobil berplat merah. Akibatnya, bagian depan mobil mengalami kerusakan, meski tak parah. Selain mobil dinas, sebuah mobil pengangkut sampah pun ikut dihadang. Awalnya, para mahasiswa bermaksud membongkar sampah ke dalam gedung dewan, namun niat ini dibatalkan. Setelah puas 'ngamuk', para mahasiswa lalu meninggalkan gedung DPRD Sulsel, dan menuju rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jendral Sudirman, untuk melanjutkan aksinya.
(nrl/)











































