Dulu Identik dengan Barang Selundupan, Gimana Malaka Setelah Ada PLBN?

Femi Diah - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 14:42 WIB
PLBN Motamasin
Foto: Inkana Putri/detikcom
Malaka -

Sempat menjadi rahasia umum, kalau minuman beralkohol impor berharga murah gampang didapatkan di Malaka. Miras itu datang dari Timor Leste yang berbatasan langsung dengan salah satu kecamatan di Malaka, Kobalima, yang sebelum pemekaran tujuh tahun lalu di bawah Kabupaten Belu.

Tapi, itu dulu sebelum PLBN Motamasin dibangun dan diresmikan presiden Joko Widodo pada Januari 2018. Sebelum PLBN Motamasin ada, memang cukup banyak jalan tikus keluar masuk RI dan Timor Leste.

"Sejauh ini perbatasan Ri dan Timor Leste aman dan lancar. Saat ini, sudah jauh lebih tertib keluar masuk orang. Sebelum ada PLBN memang amburadul, tetapi kini ada integrasi dan kerja sama antarinstitusi, antara TNI Polri dan pihak terkait," kata Lettu arm Jona Fajar Timor, Danki Satgas pamtas RI RDTL sektor barat Yon Armed 3/105 Tarik, kepada detikcom belum lama ini.

Jona mengakui upaya untuk memasukkan miras illegal melalui jalan tikus masih tetap ada. Tapi, timnya berupaya semaksimal mungkin untuk menggagalkannya.

"Boleh dibilang sudah tidak ada dan berkurang, bukannya kita lepas tangan, tetap kita laksanakan patroli mengawasi potensi jalur yang dijadikan jalan tikus," kata Jona.

Selain penyelundupan miras dari Timor Leste ke Malaka, Malaka menjadi sumber penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Timor Leste, yang juga kerap dilakukan lewat jalan tikus. Jona menyebut aksi itu tidak ada lagi.

"Kami secara rutin berpatroli sepekan dua kali dari ujung Motamasin sampai ke pos Hailala, totalnya ada lima pos. Kewaspadaan tinggi ada di area Motamasin, karena semakin mendekati pos Hailala dibatasi sungai dengan jalan yang terjal yang sulit dilalui," kata Jona.

Tapi bukan berarti seluruh pos perbatasan antara RI dan Timor leste sudah maksimal. Jona berharap pos batas negara diperbanyak, terutama laut.

"Pantai menjadi jalan bebas keluar masuk. Kalau bisa dibuat lagi pos laut dari instansi pemerintah. Pos di daerah pantai, belum ada padahal garis pantai cukup panjang," ujar Jona.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com!

(mul/mpr)