Kubu Akhyar Ajukan Gugatan Pilwalkot Medan ke MK, Minta PSU 15 Kecamatan

Datuk Haris Molana - detikNews
Sabtu, 19 Des 2020 11:20 WIB
Akhyar dan Salman saat tiba di lokasi debat Pilkada Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
Akhyar dan Salman (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Tim pasangan calon Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi mengajukan gugatan Pilwalkot Medan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menilai Pilkada Medan diliputi banyak kejanggalan.

"Betul bahwa paslon 01 AMAN (Akhyar Nasution-Salman Alfarisi) telah mengajukan gugatan ke MK," kata anggota tim pemenangan Akhyar-Salman, Gelmok Samosir, saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (19/12/2020).

Gelmok menyebutkan laporan tersebut diajukan melalui online pada Jumat (18/12). "Semalam, lewat online," ujar Gelmok.

Gelmok menjelaskan keputusan pihaknya mengajukan gugatan ke MK karena menilai ada sejumlah persoalan yang belum dianggap tuntas. "Kita kan ada catatan-catatan dalam proses pilkada, mulai dari kelurahan, kecamatan, sampai tingkat kota, rekapitulasi pleno terbuka KPU Medan yang tidak tuntas," sebut Gelmok.

Menurutnya, yang tidak tuntas itu telah dihitung dan dianalisis bisa cukup menyebabkan pasangannya kalah. "Di mana catatan-catatan yang dimaksud tadi dalam form B1, catatan khusus kejadian, itu yang tidak tuntas tapi di tingkat kelurahan saksi kita telah berjuang untuk meminta beberapa TPS yang dianggap aneh DPT tambahan itu membeludak," ujar Gelmok.

Gelmok menyebutkan, setelah dipaksa harus dibuka (kotak suara) dan salah satu menjadi sampel, dari sekian TPS di Belawan, maka ditemukanlah pemilih yang tidak KTP setempat.

"Berarti kan kita menduga, patut menduga kuat bahwa ada mobilisasi massa atau pemilih untuk berpindah dari tempat ke tempat lain. Nah, ketika kita mohon itu dibuka, di tingkat rekapitulasi KPU Medan, KPU tidak bersedia, tidak mau, karena kita mau tahu siapa saja KTP yang tidak KTP setempat. Maka mereka tidak bersedia dengan alasan macam-macam, seperti kotak suara tidak di sini dan lain hal," ujar Gelmok.

Selain itu, pihaknya mempelajari hal lainnya. Menurut Gelmok, ada perbedaan suara yang signifikan di kecamatan yang mereka kalah.

"Setelah kita pelajari yang lain itu, kecamatan-kecamatan yang telak kita kalah kita merasa cukup signifikan suara kita. Jauh berbeda dengan mereka senilai 53 ribu. Mestinya kita yang menang kalau tidak dilakukan cara-cara dimaksud. Karena DPT tambahan itu sampai puluhan ribu. Jadi kita anggap itu terjadi di 15 kecamatan, kalau itu terjadi di 15 kecamatan, ya otomatis kita kan kalah senilai itu kan," sebut Gelmok.

Simak juga video 'Menang Quick Count, Bobby: Kita Harus Tetap Tunggu Real Count KPU':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.