SBY Siapkan Calon Lain Bila Djoko Ditolak DPR
Rabu, 01 Feb 2006 14:23 WIB
Jakarta - Fit and proper test calon Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto masih berlangsung di DPR. Jika Djoko ditolak, Presiden SBY akan mengajukan nama lainnya. Tapi nama itu masih rahasia."Sesuai mekanisme hukum saja. Nanti lihat alasannya apa. Kalau nanti tidak diterima, presiden akan memberikan calon lain," kata Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.Hal ini disampaikan dia usai rapat terbatas tentang banjir dan struktur baru Bakornas, penanggulangan bencana dan pengungsi yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2006).Menurut Tarto, seharusnya para wakil rakyat di Senayan tidak menolak fit and proper test Djoko Soeyanto. Pasalnya pencalonan Djoko sebagai panglima sudah sesuai dengan UU, profesionalitas, dan moralitas.Mengenai adanya anggota DPR yang mengajukan pertanyaan yang berorientasi pada HAM, Tarto menyambut positif dan tidak mempermasalahkannya. "Kalau nggak punya gitu (dasar HAM), tidak bisa jadi bintang empat dong," cetusnya.Soal janji panglima baru yang akan membuka kembali kasus pelanggaran HAM Trisakti yang sampai sekarang belum terselesaikan, Tarto menyatakan, persoalan tersebut bergantung pada hukum yang berlaku di Indonesia. "Ya itu tergantung masalah hukum saja," ujarnya.Menurutnya, karena Indonesia adalah negara hukum, bukan berarti panglima TNI bisa melanggar hukum. "Sesuai aturan hukum saja. Kalau aturan hukum mengatakan begitu, ya oke. Tapi bukan hanya karena ingin gagah jadi panglima, kemudian hukum diterobos," tandasnya.Rapat terbatas ini juga dihadiri oleh Mendagri M Ma'ruf, Menkes Siti Fadilah Supari, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menkominfo Sofyan Djalil dan Kapolri Jenderal Pol Sutanto.
(ndr/)











































