DPRD Bali Ngebet Lihat Playboy
Rabu, 01 Feb 2006 13:27 WIB
Denpasar - Playboy versi Indonesia berencana melaunching edisi perdananya di Bali. DPRD Bali belum bersikap apakah akan menolak atau menerima Playboy. Sebelum menentukan sikap, DPRD Bali akan melihat terlebih dahulu isi majalah soft core tersebut. "Saya tidak mengatakan apa-apa dulu. Lihat dulu apa yang mau dibawa ke sini. Masak belum jelas tahu barangnya sudah ditolak, gimana sih," kata Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa kepada wartawan di DPRD Bali, Jalan Dr Kusuma Atmadja, Denpasar, Rabu (1/2/2006). Wesnawa mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui rencana launching Playboy di Bali yang dikabarkan bulan Maret mendatang. "Saya belum tahu rencana itu. Secara formal, lembaga ini belum tahu. Belum pernah ada permintaan seperti itu," katanya. Wesnawa mengingatkan jika ada hal yang tidak sesuai dengan budaya bangsa agar tidak dikembangkan. "Terlebih lagi di Bali. Kalau ada hal-hal yang bertentangan dengan nilai budaya tentu kita tolak," tegasnya. Sementara itu terkait dengan rencana pengesahan Undang-Undang Pornografi, Wesnawa meminta agar semua pihak mengkaji secara mendalam. Pasalnya, banyak simbol agama yang juga menampilkan gambar telanjang, seperti simbol agama Hindu, Acintya. "Simbol itu tidak berpakaian tetapi tidak menimbulkan gairah, apakah itu dilarang? Saya mengerti maksud dan tujuan UU itu bahwa hal-hal porno jangan sampai ada. Tetapi hal-hal seperti itu harus dikaji dulu," demikian Wesnawa.
(nrl/)











































