Kemnaker Ingin BLK Komunitas Jadi Solusi Persoalan Ketenagakerjaan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 18:10 WIB
Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas dinilai menjadi jawaban dalam meningkatkan kompetensi keterampilan para tenaga kerja untuk memenuhi tantangan dunia kerja. BLK juga mampu merespons tantangan dari level desa hingga internasional.

"BLK Komunitas ingin menjadi solusi dari persoalan-persoalan ketenagakerjaan yang saat ini kita hadapi," ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2020).

Saat membuka Rapat Koordinasi BLK Komunitas Tahap III Tahun 2020 di Samarinda kemarin, Anwar mengatakan melalui kehadiran BLK komunitas, pertama, desa memiliki kesempatan yang luas untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, karena pemerintah dalam lima tahun mengucurkan dana yang besar untuk desa.

Kedua, tantangan level nasional, menurut Anwar, kehadiran BLK Komunitas akan menghadirkan ruang-ruang peningkatan ekonomi masih terbuka lebar. Indonesia sangat berpotensi menjadi negara besar asalkan dapat menjawab bonus demografi menjadi bonus ekonomi.

"Bagaimana caranya? Kita dorong BLK-BLK Komunitas untuk bisa mengisi ruang-ruang bagi kebutuhan yang namanya perusahaan yang ada di sekitar lokasi BLK Komunitas. Bahkan lulusan BLK komunitas pun bisa didorong menjadi wirausaha mandiri," ungkapnya.

Ketiga, lanjutnya level internasional, yakni dengan memberikan suplai, terutama bagi kebutuhan serapan tenaga kerja di level internasional.

Direktur Jenderal Binalattas Budi Hartawan menambahkan tujuan utama pembangunan BLK Komunitas adalah agar Indonesia memiliki tenaga kerja terampil yang berkualitas dan berdaya saing dalam jumlah yang memadai yang tersebar atau merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Budi, dengan memiliki SDM yang berkualitas dan berdaya saing dalam jumlah yang memadai dan tersebar merata di seluruh wilayah, Indonesia akan menjadi negara yang kuat, maju dan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke 7 pada tahun 2030 dan ke 4 pada tahun 2050.

"BLK Komunitas sendiri merupakan terobosan Presiden Joko Widodo yang dimulai sejak 2017 dan sampai 2019 telah berdiri sebanyak 1.113 lembaga BLK di seluruh wilayah Indonesia. Pada 2020, Kemnaker menargetkan membangun 1000 BLK Komunitas," jelasnya.

Penyebaran BLK Komunitas yang sebelumnya difokuskan untuk lembaga pendidikan keagamaan, saat ini mulai memperluas penyebarannya melalui peran dari Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan komunitas masyarakat lainnya.

"Pengembangan Balai Latihan Kerja Komunitas merupakan salah satu bentuk komitmen dari Kementerian Ketenagakerjaan dalam rangka pembinaan terhadap Balai Latihan Kerja Komunitas yang sudah beroperasi agar dapat berkembang, mandiri, dan optimal," jelas Budi.

Sebagai informasi, hadir pada pembukaan Rakor BLK Komunitas Tahap III Tahun 2020 ini yaitu sejumlah Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan; Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama; Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan; dan Kadisnaker Kalimantan Timur.

(ega/ega)