Aksi Demo 1812 Digelar Besok, Pakar Ingatkan Potensi Penyebaran COVID-19

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 18:05 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah ormas keagamaan lainnya esok hari akan menggelar aksi 1812 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, menuntut dibebaskannya Habib Rizieq Shihab. Pakar epidemiologi mengingatkan potensi penyebaran virus Corona dari kegiatan tersebut.

Ketua Departemen Epidemiologi FKM UI Tri Yunus Miko Wahyono mengatakan, berkaca dari tiap kerumunan yang terjadi dari aksi demonstrasi, penularan penyebaran virus Corona pasti bakal terjadi.

"Pokoknya setiap kerumunan akan terjadi kemungkinan terjadinya penularan (penyebaran virus Corona). Semua ahli epidemiologi akan sama tinggal bagaimana pemerintah bersikap terkait kerumunan tersebut," kata Miko saat dihubungi detikcom, Kamis (17/12/2020).

Menurut Miko, potensi penyebaran virus Corona dari kegiatan demonstrasi akan tetap terjadi meski para demonstran mengklaim menjalankan protokol kesehatan. Dia menyebut saat penggunaan masker pun tidak menjamin para demonstran terbebas dari penyebaran virus Corona.

Dia mencontohkan, penyebaran beberapa contoh masker tidak serta merta membuat orang yang ikut demo akan 100% terhindar terpapar virus tersebut. Menurut Miko, saat para demonstran mulai larut ikut berteriak menyuarakan tuntutannya, potensi penyebaran tersebut akan terjadi.

"Kalau nggak teriak-teriak iya (aman dari penularan virus Corona). Tapi begitu teriak-teriak ada kemungkinan untuk tetap terjadi penyebaran," ujarnya.

"Kan penyebarannya orang ke orang ya dari droplet. Jadi biar pun pakai masker kain hanya 70 persen (terlindungi). Masker bedah hanya 80-90 persen tergantung kualitasnya. Masker N95 itu 95 persen (terlindungi)," sambungnya.

Miko menambahkan, total ada 30 persen potensi penularan penyebaran virus Corona dari kegiatan demonstrasi yang menciptakan kerumunan meski para demonstran menggunakan masker.

"Kalau kerumunannya ada yang positif 30 persen pasti akan menular," ujar Miko.

Baca di halaman selanjutnya Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin aksi 1812

Selanjutnya
Halaman
1 2