Sudah 13 Hari, Warga Korban Banjir Medan Masih Bertahan di Pengungsian

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 14:30 WIB
Posko pengungsian korban banjir di Medan, Sumut (Datuk Haris/detikcom)
Suasana pengungsian korban banjir di Medan, Sumut. (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Sejumlah warga korban banjir Medan masih bertahan di pengungsian. Mereka sudah 13 hari berada di lokasi pengungsian.

"Masih. Masih di pengungsian," kata Kepala Desa Tanjung Selamat, Nuraidi, saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (17/12/2020).

Nuraidi menyebut warga mengungsi di gedung sekolah dasar (SD) desa setempat dan aula Arhanud. Warga belum kembali ke rumah karena tanggul sungai setempat sedang diperbaiki.

"Tanggul belum selesai makanya belum dikembalikan, rencananya hari ini. Namun orang BWS bilang jangan dulu karena tanggulnya belum selesai dikerjakan," ujar Nuraidi.

Selain itu, Nuraidi menuturkan rumah-rumah warga yang sempat tertimbun lumpur sebagiannya sudah selesai dibersihkan. "Rumah warga sudah ada sebagian yang bersih," sebut Nuraidi.

Sebelumnya, banjir terjadi di Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Jumat (4/12). Ada enam orang yang tewas akibat peristiwa ini dan ratusan warga terpaksa mengungsi, termasuk anak-anak.

Banjir juga sempat merendam banjir terjadi di Gang Merdeka, Medan Maimun, wilayah Medan Helvetia, dan jalan lintas Medan-Binjai. Kemacetan panjang terjadi dari arah Medan menuju Binjai dan sebaliknya.

Selain banjir, tanah longsor terjadi di ruas jalan Medan menuju Berastagi, tepatnya di Sibolangit, Deli Serdang. Ada 20 titik longsor yang menyebabkan jalan tak bisa dilalui kendaraan saat itu.

(haf/haf)