Aborsi Janin 6 Bulan, Sejoli di Mataram Ditangkap

Faruk Nickyrawi - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 00:50 WIB
Mother and child. Wooden figure on brown paper background. Pregnancy, abortion or adoption concept.
Foto: Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/maurusone)
Mataram -

Dua sejoli berinisial AP (21) dan HS (19) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditangkap polisi. Keduanya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pengguguran janin (aborsi).

"Kami mengamankan pasangan kekasih yang melakukan aborsi. Sekarang keduanya masih kami lakukan penahanan di Mapolresta Mataram," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (16/12/2020).

Diketahui janin tersebut berusia 6 bulan yang merupakan hasil hubungan AP dan HS. Kadek mengatakan pasangan kekasih tersebut sama-sama berstatus mahasiswa dan mahasiswi di salah satu kampus di Kota Mataram.

"Sama-sama mahasiswa di perguruan tinggi yang berbeda, tapi sama-sama di perguruan tinggi di Mataram," jelasnya.

Dikatakannya, informasi aborsi ini diterima polisi pada Jumat (4/12) lalu dari petugas IGD RSUD Kota Mataram. Petugas medis curiga kepada pasien yang pendarahan tetapi enggan menjelaskan penyebabnya.

"Lalu beberapa saat kemudian janin keluar dari rahim AP. Petugas medis mencoba memberikan pertolongan. Tapi janin yang diperkirakan berusia enam bulan itu meninggal dunia," bebernya.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Mataram langsung melakukan penyelidikan. Setelah diperiksa 1x24 jam, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan untuk pengembangan lebih lanjut.