Playboy Tetap terbit, FPI Ancam Sweeping Penerbit
Rabu, 01 Feb 2006 08:13 WIB
Jakarta - Penolakan terhadap majalah Playboy edisi Indonesia terus menggema. Jika Playboy tetap terbit, Front Pembela Islam (FPI) mengancam akan melakukan sweeping terhadap distributor dan penerbit. "Dalam hal ini kita mendesak UU Pornografi segera disahkan. Kalau tetap terbit, segenap FPI sweeping, sikat semua," kata Ketua Bidang Internal FPI Ahmad Sobri kepada detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (31/1/2006).Menyusul rencana penerbitan Playboy, dalam waktu dekat FPI akan mengadakan aksi pemberantasan pornografi dan pornoaksi. Di antaranya adalah melakukan sweeping media-media yang memuat gambar syur. "Sekarang kita tetap menunggu respon dari mereka. Playboy ini menjadi momen permbersihan media porno lainnya," tandasnya. Sobri menjelaskan, ada dua syarat yang harus dijalankan untuk melakukan penerbitan. Hal itu adalah nama Playboy yang harus diganti meskipun tidak memuat gambar porno dan isi dari majalah itu yang wajib tidak memuat gambar syur."Nama tidak boleh sama dengan Playboy, karena konotosinya dengan kemaksiatan, ikut menyuburkan kemaksiatan. Lalu isinya. Meskipun misalnya namanya religius, tapi isinya porno tentu akan kita sikat," tegas Sobri.Dia juga mengungkapkan kekecewaannya pada kepolisian. Hal ini karena FPI pernah melaporkan sejumlah media syur, namun tidak berbuah hasil apapun.Dia juga menegaskan ketidaksetujuannya terhadap pendirian ATM kondom. FPI dalam waktu dekat akan melakukan sweeping terhadap ATM kondom itu. "Kita minta jangan dijual bebas. Merusak moral bangsa karena mendorong perbuatan zinah," ujarnya.
(atq/)











































