Effendi: SBY Pantas Dapat Nobel

Effendi: SBY Pantas Dapat Nobel

- detikNews
Rabu, 01 Feb 2006 07:17 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai pantas diberikan hadiah Nobel perdamaian. Hal itu disebabkan SBY memang telah berhasil menyelesaikan konflik Aceh. "Memang diakui, SBY telah berhasil menyelesaikan konflik di Aceh yang sudah betahun-tahun," kata pengamat komunikasi UI, Effendi Ghazali ketika dihubungi detikcom, Selasa (31/1/2006).Dia menjelaskan, pemberian hadiah Nobel memang hanya dilakukan berdasarkan kriteria di satu bidang tertentu saja dan tidak dikait-kaitkan dengan bidang-bidang lainnya. SBY memang harus diakui telah berhasil mendobrak kebuntuan penyelesaian konflik antara RI-GAM, serta mengatasi bencana tsunami yang memporak-porandakan Aceh. "Sudah jelas banyak persoalan yang belum diselesaikan oleh SBY seperti pelanggaran HAM, buruh, Munir, kasus korupsi BLBI dan sebagainya. Namun dalam konteks pemberian Nobel, tidak ada relevansinya," jelas Effendi.Dia juga menilai, tidak semestinya hanya SBY yang diberikan hadiah Nobel, namun tidak kalah pentingnya para pimpinan GAM dan fasilitator perundingan RI-GAM yang juga mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari. "SBY sepadan dengan mantan Presiden Finlandia, dan pimpinan GAM. Biar adil, mereka juga semestinya diberikan nobel," ungkapnya.Effendi mengakui kinerja Wakil Presiden Jusuf Kalla lebih besar dalam penyelesaian konflik Aceh. Namun, tetap saja, sebagai seorang pimpinan paling atas, SBY adalah yang paling layak menerima Nobel. "Tetap saja SBY, Kalla hanya menjalankan," ujarnya.Seperti diketahui, SBY dinominasikannya mendapat penghargaan Nobel bidang perdamaian oleh anggota senior Komite Hubungan Internasional Kongres AS Robert Wexler. Penghargaan Nobel merupakan penghargaan internasional pertama yang dianugerahkan sejak 1901. Penghargaan Nobel diantaranya meliputi bidang perdamaian, kesehatan, kimia dan fisika.Komite Nobel yang akan memilih pemenang Nobel ditunjuk oleh parlemen Norwegia. Komite ini akan menunjuk siapa pemenang Nobel yang biasanya diumumkan pada bulan Oktober setiap tahunnya. (atq/)


Berita Terkait