Zulkarnaen, Upik Lawanga dan 21 Terduga Teroris di Lampung Dibawa ke Jakarta

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 10:29 WIB
Zulkarnaen, Upik Lawanga dan 21 Terduga Teroris di Lampung Dibawa ke Jakarta
Penampakan Zulkarnaen (kiri) DPO kasus Bom Bali I dikawal polisi ke Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Tim Denss 88 Antiteror Polri menangkap 23 terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Lampung. Sebanyak 23 terduga teroris tersebut siang ini dibawa ke Jakarta siang ini.

Para terduga teroris itu akan diterbangkan dengan pengawalan ketat tim Densus 88 Antiteror.

"Iya kami akan terbangkan 23 tersangka teroris ke Jakarta siang ini," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Rabu (16/12/2020).

Dari 23 terduga teroris itu, dua orang merupakan DPO Polri bernama Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnaen alias Arif Sunarso alias Daud. Upik Lawanga merupakan anggota JI yang mendalangi sejumlah penyerangan bom di beberapa tempat, seperti bom Tentena, bom Gor Poso, bom Pasar sentral dan rangkaian tindakan teror lainnya pada 2004-2006.

Sedangkan Zukarnaen ini merupakan DPO Polri dalam kasus teror Bom Bali 1 yang terjadi pada 2002. Zulkarnaen merupakan pimpinan askary Markaziah Jamaah Islamiah.

Ia juga disebut sebagai pelatih Akademi Militer di Afganistan selama 7 tahun. Selain Bom Bali I, Zulkarnaen disebut sebagai arsitek kerusuhan di Ambon, Ternate, dan Poso pada 1998-2000.

Zulkarnaen juga merupakan otak aksi peledakan kediaman Dubes Filipina di Menteng pada 1999. Ia juga terlibat dalam peledakan gereja serentak pada malam Natal dan tahun baru 2000 dan 2001, Bom Marriot pertama pada 2003, Bom Kedubes Australia 2004, Bom Bali 2 pada 2005.

Zulkarnaen ditangkap pada Kamis, 10 Desember 2020, pukul 19.30 WIB di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Ia ditangkap setelah buron selama 18 tahun.

(mei/bar)