ADVERTISEMENT

Ini Penjelasan Koster soal Beda Syarat Tes PCR-Rapid Antigen ke Bali

Angga Riza - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 09:30 WIB
Gubernur I Wayan Koster saat jumpa pers di Bali
Gubernur I Wayan Koster saat jumpa pers. (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan surat edaran terkait wisatawan yang akan masuk wilayah Bali saat libur Natal dan tahun baru 2021. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali harus menunjukkan surat keterangan negatif COVID-19.

Bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang akan masuk Bali melalui jalur udara wajib menunjukkan surat negatif tes swab berbasis PCR 2 hari sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk pengunjung melalui jalur darat wajib menunjukkan surat rapid test antigen. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada, Jumat (18/12/2020) hingga Jumat (4/1).

Syarat untuk memasuki Bali memang dibedakan antara jalur udara dan jalur darat. Menurut Gubernur Bali I Wayan Koster, alasan perbedaan tersebut karena merupakan klaster yang berbeda dan juga kelas yang berbeda.

"Ya karena klasternya beda," kata Koster saat jumpa pers di Rumah Dinas Gubernur Jayasabha, Bali, Selasa (15/12).

Selain itu, Koster menilai pelaku perjalanan menggunakan pesawat udara lebih rentan terpapar serta memiliki kelas yang berbeda.

"Lebih rentan, pelakunya juga beda kelas," ujar Koster.

Pemprov Bali sebelumnya mengeluarkan mengantisipasi lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) selama masa libur Natal dan tahun baru 2021. Pengunjung harus memiliki bukti hasil tes negatif virus Corona.

Simak juga video 'Anjing Pelacak Virus Corona Disebut Lebih Efisien dari PCR':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT