Round-Up

Babak Baru Kasus Habib Rizieq Saat Praperadilan Dilayangkan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 22:11 WIB
Habib Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan. Setiba di Polda Metro Jaya, ia sempat mengacungkan jempol.
Habib Rizieq saat tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/14) lalu. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Habib Rizieq Syihab (HRS) melakukan upaya hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka penghasutan terkait kerumunan dan ditahan. Habib Rizieq resmi mengajukan permohonan praperadilan.

Awalnya Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus penghasutan terkait kerumunan bersama lima orang.

Kemudian pada Sabtu (12/12/2020), Habib Rizieq menjalani pemeriksaan selama kurang-lebih 12 jam. Lalu di malam harinya, Imam Besar FPI itu ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Habib Rizieq ditahan selama 20 hari hingga 31 Desember 2020.

Selain dikenai Pasal 93 tentang UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Habib Rizieq dikenai Pasal 160 KUHP dan 216 KUHP.

Tim pengacara pun bergerak menyiapkan sejumlah langkah hukum, salah satunya dengan mengajukan permohonan praperadilan.

Tujuan praperadilan ini adalah meminta pengadilan negeri menentukan sah atau tidaknya penahanan, penangkapan, ataupun penetapan HRS sebagai tersangka. Hal ini pun telah diatur melalui KUHAP.