Ke DK PBB Berarti Solusi Diplomatik Tamat

Ke DK PBB Berarti Solusi Diplomatik Tamat

- detikNews
Selasa, 31 Jan 2006 20:32 WIB
Den Haag - Langkah membawa isu nuklir Iran ke DK PBB akan menamatkan upaya solusi diplomatik. Langkah itu juga tidak memiliki landasan hukum.Hal itu dikemukakan fungsionaris tertinggi Biro Energi Atom Iran, Ghulam Reza Aghazadeh, kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran, ISNA, hari ini Selasa 31/1/2006."Tidak ada landasan hukum untuk membawa masalah ini ke Dewan Keamanan (DK) PBB. Eropa akan mendapat problem jika tetap melakukan hal itu," kata Aghazadeh, menyikapi langkah yang dilakukan Eropa.Seperti dilansir ANP, Aghazadeh, mengatakan dirinya masih tetap percaya pada solusi diplomatik. Namun pihak keamanan nasional memberitahukan bahwa segala upaya diplomatik akan ditampik segera setelah masalah itu dimasukkan ke DK.Ketegangan internasional cukup meningkat menyusul proyek nuklir Iran. Pihak Barat khawatir jika Teheran memproduksi senjata nuklir. Iran sendiri menyatakan bahwa proyek itu murni untuk energi, untuk membangkitkan dan menyuplai kebutuhan listrik. Teheran hari ini menegaskan bahwa proyek itu akan tetap jalan terus, sebab Iran punya hak untuk itu.Sebelum masalah ini dibawa ke DK, secara formil badan PBB pengawas atom, IAEA, harus bersidang dulu. Hasil sidang IAEA tersebut kemudian dilaporkan ke DK di New York. Sidang IAEA tersebut digelar pekan ini di Wina. Atas dasar laporan itu, nantinya DK dapat menjatuhkan sanksi kepada Iran, dengan catatan: tidak ada anggota tetap yang memvetoHarga MinyakSementara itu Libya dan Venezuela memperingatkan bahwa harga minyak bisa kembali melonjak, jika masalah nuklir Iran itu dibawa ke DK PBB. "Masalah ini mulai menimbulkan dampak di pasar. Setiap orang takut bahwa sesuatu akan terjadi dan mereka ingin mengamankan stok minyaknya. Itulah sebabnya mengapa harga naik," kata Menteri Energi Libya, Fathi bin Shatwan.Kalangan pedagang minyak juga cemas bahwa pasokan minyak dari Iran terancam putus. Kecemasan ini telah menyebabkan harga minyak kembali melonjak. Beberapa hari terakhir harga mentah emas hitam ini bergerak fluktuatif pada kisaran US$ 68,50 per barel. Hal itu diperkuat oleh adanya spekulasi bahwa Barat akan menjatuhkan sanksi kepada Iran. Iran melalui Menteri Urusan Minyak, Kazem Vaziri-Hamaneh, hari ini menyatakan untuk sementara tidak melihat ada alasan untuk menghentikan pasokan minyaknya. "Iran tidak akan menyetop ekspor minyaknya," demikian Vaziri-Hamaneh.Vaziri-Hamaneh menggarisbawahi bahwa tidak ada relevansi antara produksi minyak dengan program nuklir. "Politik tidak kami campuradukkan dengan keputusan-keputusan ekonomi," tandasnya. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads