Kondisi Lemah, 1 Korban SUTET Diminta Stop Mogok Makan

Kondisi Lemah, 1 Korban SUTET Diminta Stop Mogok Makan

- detikNews
Selasa, 31 Jan 2006 15:54 WIB
Jakarta - Kondisi seorang korban aksi protes Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) mulai melemah. Tarman (57) yang telah 26 hari mogok makan, diminta untuk tidak lagi meneruskan aksinya. "Saya minta untuk Tarman lebih baik stop saja. Selain sudah tua, kondisinya sudah tidak lagi memungkinkan," ujar dokter yang memeriksa korban SUTET, Roy Sihotang kepada detikcom di posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (31/1/2006).Selain kondisi fisik yang menurun, luka jahit di mulut Tarman pun sudah mengeluarkan nanah. "Ini sudah infeksi, makanya jahitan terpaksa dicabut," tambah Roy.Namun mengingat kode etik kedokteran, Roy menolak membeberkan detil hasil cek medis terhadap Tarman. "Lebih baik dia diinapkan di rumah sakit, untuk memantau kesehatan dan mencegah hal yang tidak diinginkan," ungkapnya. Aksi mogok makan dan jahit mulut sebagai protes pembangunan tower SUTET ini diikuti 5 orang. Mereka yang berasal dari Sumedang ini yakni, Tarman (57), Paodah (33), Manisah (50), Kurniasih (40) dan Ikah (44). (wiq/)


Berita Terkait