DPR: Jika Masalah Palestina Belum Tuntas, Normalisasi RI-Israel Tak Bermakna

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 16:38 WIB
Ketua Komisi III  Azis Syamsuddin memimpin rapat kerja bersama Wakapolri dan Wakil Jaksa Agung di DPR. Sejumlah agenda dibahas dalam rapat kerja tersebut.
Azis Syamsuddin (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin angkat bicara perihal isu normalisasi hubungan Indonesia dengan Israel. Azis menilai normalisasi hubungan Indonesia dengan Israel tidak akan bermanfaat jika persoalan kedaulatan Palestina belum tuntas.

"Dalam membangun normalisasi, kan butuh saling percaya, saling menghormati, dan memiliki visi yang sama. Jika persoalan Palestina bisa tuntas, tentu normalisasi akan sangat mudah. Jika belum, normalisasi tidak akan ada maknanya. Semoga persoalan Palestina bisa segera tuntas," kata Azis kepada wartawan, Selasa (15/12/2020).

Azis mengaku belum mendengar wacana resmi normalisasi hubungan Indonesia dengan Israel. Yang pasti, tegas pimpinan DPR dari Fraksi Golkar itu, Indonesia mendukung kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara.

"Saya belum dengar tentang wacana tersebut (normalisasi hubungan Indonesia-Israel). Yang pasti, pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia sepenuhnya mendukung kedaulatan dan hak-hak Palestina," tegas Azis.

Lebih lanjut Azis menyatakan Indonesia tidak memiliki masalah dengan Israel. Namun Indonesia berharap Israel mengakui kedaulatan Palestina.

"Indonesia tidak memiliki masalah dengan negara mana pun, termasuk dengan Israel. Yang kita perjuangkan justru hak masyarakat Palestina, sehingga bisa hidup sebagai negara berdaulat sepenuhnya. Inilah yang kita harapkan dari Israel, dan tidak ada relevansi apa pun terkait deadline masa jabatan Presiden Amerika," jelas Waketum Golkar itu.

Sekadar informasi, kabar mengenai isu hubungan Indonesia dengan Israel itu sebelumnya diembuskan oleh Times of Israel yang mengutip Channel 12. Salah satu sumber diplomatik mengatakan kepada Channel 12, ada dua negara yang akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, yakni Oman dan Indonesia.

Menurut sumber itu, kedua negara yang dia sebutkan tersebut menjadi negara selanjutnya setelah Maroko dan Israel sepakat melakukan normalisasi hubungan. Selain itu, ada beberapa negara Arab lain yang sudah melakukan normalisasi hubungan, seperti Sudan, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Normalisasi hubungan negara-negara itu dengan Israel disebut dilakukan sebelum Presiden Donald Trump lengser dari jabatannya.

Simak tanggapan Kementerian Luar (Kemlu) RI di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2