Redakan Krisis Nuklir Iran, SBY Panggil 7 Dubes

Redakan Krisis Nuklir Iran, SBY Panggil 7 Dubes

- detikNews
Selasa, 31 Jan 2006 15:04 WIB
Jakarta - Krisis nuklir di Iran memancing pemerintah Indonesia mengambil peran aktif. Untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Selasa siang memanggil 7 dubes negara yang terlibat.Pertemuan pertama dilakukan antara SBY dengan 4 dubes di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (31/1/2006).Keempat dubes itu adalah Dubes Inggris Charles Humprey, Dubes Austria Bernard Zimburg, Dubes Jerman Joachim Droudre Grouger, dan Dubes Prancis Renauld Vignal.Keempat negara ini adalah negara-negara yang terlibat proses negosiasi untuk membantu menuntaskan ketegangan antara Iran dan AS. Krisis nuklir di Iran terjadi setelah AS meminta negara tersebut menutup instalasi nuklirnya. Namun Iran menolak dengan alasannya instalasi itu dibuat untuk pembangkit listrik bukan untuk perang. Namun pemerintah AS tetap ngotot dan mengancam akan membawa kasus tersebut ke Dewan Keamanan (DK) PBB. Hubungan kedua negara ini pun semakin tegang. Dan diadakan dialog dengan mediasi 4 negara, Inggris, Austria, Jerman dan Prancis.Setelah memanggil empat dubes tersebut, Presiden SBY secara berturut-turut juga memanggil dubes tiga negara anggota DK PBB, yakni Dubes AS Lynn B Pascoe, Dubes Cina Lan Lijun, dan Dubes Rusia Gheorghe Savuica.Dalam pertemuan itu SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda, Menko Polhukam Widodo AS dan Seskab Sudi Silalahi.Sekadar diketahui, dalam kunjungannya ke Iran dua pekan lalu, Menlu menawarkan solusi agar Iran menerima tawaran Rusia untuk mengelola kekayaan uranium di negara tersebut.Indonesia berpendapat tawaran Rusia merupakan solusi yang paling logis agar krisis nuklir tidak dibawa ke DK PBB. Menurut Menlu, Presiden Iran memberikan jaminan untuk menerima usulan tersebut. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads