Iklan SUTET Diprotes, 5 Bocah Cacat Jadi Bukti
Selasa, 31 Jan 2006 14:53 WIB
Jakarta - Iklan pemerintah yang menyatakan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) tidak berbahaya bagi kesehatan menuai protes. Sebagai bukti, aktivis SUTET menghadirkan 5 anak cacat. Cacat anak-anak ini diyakini akibat jaringan listrik itu."Anak-anak ini sebagai counter opini. Kebenaran tidak bisa dipalsukan walau dengan iklan yang indah," ujar koordinator aksi Mustar Bonaventura kepada detikcom di posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (31/1/2006). Kelima anak ini datang bersama ibu mereka dengan menggunakan angkutan kota (angkot). Mereka berasal dari 2 desa, Waringin Jaya Bojong dan Sukasari Ciseeng.Bocah cacat yang berada di posko sambil melewati siang adalah Ryan (8), Ari (9), Agus Wahyudi (2,5), Tri (3), dan Muhammad Attarsyah (8). Ketika detikcom mengunjungi posko itu, secara fisik kelima anak ini memang menunjukkan kelainan pada tubuhnya.Tri misalnya, terlahir tanpa jari-jari di tangan dan kakinya. Ibunya, Rumianah (40) mengaku, Tri adalah bungsu dari 8 bersaudara. "Kakaknya, Yani terlahir kondisi persis sama dan meninggal di usia 2 tahun," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Sementara, Muhammad Attarsyah yang akrab dipanggil Ateng mengalami telat bicara dan telat berjalan. Putra bungsu Mardiah (45) dari 7 bersaudara ini baru bisa berjalan normal di usia 5 tahun. "Sampai umur 4 tahun, Ateng jalannya ngesot. Padahal 6 kakaknya sehat semua," aku Mardiah.Hal serupa dialami Ryan yang sampai kini selalu ditatah oleh ibunya, Titin (43). Menurut Titin, Ryan memiliki masalah dengan syaraf di seluruh tubuhnya. "Anak saya yang lahir sebelum tahun 1996, waktu SUTET dibangun, mereka sehat semua," keluh Titin.
(wiq/)











































